PSBB, Jam Operasional Pusat Belanja di Kota Tasik Dikurangi

3890
2
UKUR SUHU TUBUH. Pengunjung Matahari Depstore Tasikmalaya diukur suhu tubuhnya kemarin. Di masa PSBB ini, jam operasional pusat perbelanjaan dibatasi.
UKUR SUHU TUBUH. Pengunjung Matahari Depstore Tasikmalaya diukur suhu tubuhnya kemarin. Di masa PSBB ini, jam operasional pusat perbelanjaan dibatasi.

TASIK – Mulai hari ini (6/5) mall ataupun pusat perbelanjaan di Kota Tasikmalaya mulai membatasi jam operasional.

Hal ini berkaitan dengan digelarnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat Jawa Barat sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

Jika sebelumnya rata-rata jam operasional pusat perbelanjaan dimulai pukul 09.00 dan tutup pada 22.00, maka mulai hari ini mall buka lebih siang yakni pukul 10.00 dan tutup lebih awal yakni pukul 18.00.

Mall-mall yang menerapkan jam operasional ini yakni Matahari Depstore, Plaza Asia, Mayasari Plaza, Transmart dan lainnya.
Wakil Store Manager Matahari Depstore Tasikmalaya Ecin Kuraesin mengatakan, Matahari mengikuti instruksi pemerintah untuk pembatasan jam operasional.

“Sejak merebaknya Covid-19 Matahari menutup operasional selama 5 minggu. Baru Senin (4/5) kita mulai buka. Kini, adanya PSBB, kita tetap buka dengan jam operasional yang dibatasi,” ujar Ecin kepada Radar, Selasa (5/5).

Selain pembatasan operasional, sambungnya, Matahari juga menjalankan protokol kesehatan untuk memastikan pengunjung yang masuk area mall bebas dari virus corona.

Loading...

“Setiap pengunjung dicek suhu tubuh satu persatu di pintu masuk. Bagi yang suhu tubuhnya di atas 39 derajat celcius tidak diperkenankan masuk dan dirujuk ke layanan kesehatan,” ujarnya. Pengecekan suhu tubuh juga diterapkan kepada semua karyawan.

Selain itu, Matahari juga menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer yang tersebar di berbagai sudut dan bisa digunakan oleh pengunjung dan karyawan.

“Pengunjung yang masuk wajib mencuci tangan ataupun membasuh dengan hand sanitizer. Selain itu wajib menggunakan masker,” ujarnya.

Selain itu, sambungnya, di area kasir juga diterapkan physical distancing dengan memberi jarak antrean sehingga antara satu konsumen dengan konsumen lainnya tidak berdekatan.

“Di meja kasir pun kita tutupi dengan kaca sehingga ada pembatas antara petugas kasir dengan konsumen,” katanya.

Ia berharap adanya PSBB ini masyarakat bisa lebih tertib dan mematuhi protokol kesehatan yang ditentukan.

“Di tengah pandemi ini, kami ingin memastikan konsumen berbelanja nyaman dan aman,” ujarnya. (na)

Loading...
loading...

2 KOMENTAR

  1. Jam operasional dikurangi malah karyawan satu shift atau dua shift jadi malahan karyawan yg bergerombol berkumpul…..biasanya karyawan shift satu pulang shift dua masuk jd tidak bergerombol…

  2. Sudah oprasional toko dikurangi,,bahkan selain sembako dan apotek harus tutup,,jalan juga ditutup…psbb rasa nya kaya mau perang aja…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.