Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.2%

20.4%

8.1%

67.2%

PSBB Kota Tasik, Badan Usaha Bandel akan Ditegur Hingga Pencabutan Izin

1106
1
LENGANG. Kondisi di Jalur HZ Mustofa Kota Tasikmalaya sekitar jam 22.00 tadi malam terlihat sepi dari aktivitas masyarakat. rangga jatnika / radar tasikmalaya

Kota Tasikmalaya terhitung mulai Rabu (6/5) hingga 19 Mei 2020 akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Di masa tersebut, pemerintah berwenang memberikan sanksi teguran sampai pencabutan izin usaha, ketika suatu lembaga usaha bandel.

“Sanksi kami siapkan, mulai dari teguran sampai dengan pencabutan izin usaha. Kalau perusahaan membandel, memaksakan diri beroperasi padahal tidak sesuai kriteria.

Baca juga : Hardiknas saat Pandemi Covid -19, Ini yang Dilakukan PGRI dan PWI Tasik

Bahkan kalau pelanggaran tertentu nanti bisa sampai sanksi lainnya, ke pidana. Ini tidak main-main,” kata Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman memaparkan, saat menggelar konferensi pers di Bale Kota Tasikmalaya, Senin (4/5).

Menurutnya, pelaksanaan PSBB, pembatasan aktivitas di tempat kerja terdapat beberapa yang dikecualikan.

Seperti perangkat daerah yang menyelenggarakan pelayanan langsung kepada masyarakat, pelayanan pencari keadilan dan atau penegakan hukum.

“Termasuk seluruh kantor atau instansi pemerintahan berdasarkan pengaturan dari kementerian terkait. Serta badan usaha daerah pun milik negara yang turut serta dalam penanganan Covid-19,” kata dia.

Selain itu, kata Budi, kegiatan yang dikecualikan lainnya seperti kantor notaris atau pejabat pembuat akta tanah.

Pelaku usaha yang bergerak pada sektor kesehatan, bahan pangan atau makanan dan minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi dan industry, pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu atau kebutuhan sehari-hari.

“Bagi kegiatan industri, pimpinan tempat kerjanya mengurangi kegiatan sampai batas minimal.

Baik jumlah karyawan, waktu kegiatan dan fasilitas operasional serta mendorong sebanyak mungkin karyawan work from home (WFH),” tuturnya.

Gugus Tugas, lanjut Budi, juga melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan di 38 cek poin zona merah yakni wilayah Cipedes, Tawang dan Cihideung.

Menurutnya dalam membatasi penggunaan moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang, selama PSBB. Seluruh kegiatan pergerakan orang dan atau barang dihentikan sementara.

“Kecuali untuk transportasi barang, terutama bagi kebutuhan medis, kesehatan dan sanitasi. Keperluan bahan pokok, angkutan makanan dan minuman, sayur dan buah, yang harus didistribusikan ke pasar dan supermarket,” ucapnya.

Selain itu, angkutan yang dikecualikan berhenti sementara yakni angkutan pengedaran uang, bahan bakar minyak atau gas, angkutan keperluan distribusi bahan baku industri, serta keperluan ekspor dan impor.

“Angkutan barang dan bus keperluan distribusi pengiriman, seperti kurir, servis, titipan kilan dan sejenisnya,” kata Budi.

“Juga angkutan untuk proyek pemerintah, serta penunjang kegiatan pertahanan dan keamanan,” sambung dia.

Pengendara mobil penumpang pribadi, kata Budi, diwajibkan untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan pokok, atau aktivitas lain yang dibolehkan selama PSBB.

Dia mencontohkan, ketentuan penggunaan mobil sedan atau sejenis dengan kapasitas 4 orang, maksimal dapat mengangkut 3 orang dalam mobil.

(firgiawan)

loading...

1 KOMENTAR

  1. Saya dukung pa semoga dengan ketegasan bapak menjalankan PSBB dapat mengurangi covid-19 untuk tasikmalaya,juga semoga masyarakat tasik ikut mendukung sepenuhnya agar virus cepat berlalu dan masyarakat tasik menjadi tenang lagi tidak ada ke hawatiran .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.