PSBB Kota Tasik Belum Berefek

1056
4
EDUKASI. Seorang polisi mengedukasi warga untuk menjaga jarak ketika naik kendaraan umum. rangga jatnika / radar tasikmalaya

Pembatasan Sosial berskala Besar (PSBB) di Kota Tasikmalaya beberapa hari lagi akan berakhir. Namun kenyataannya pasien positif Covid-19 masih terus bertambah.

Komisi IV DPRD mempertanyakan keseriusan Pemkot dalam melaksanakan PSBB.

Baca juga : Tetap Bandel, Pemudik ke Tasik Akan Dikembalikan ke Daerah Asal

Sebab PSBB di Kota Tasikmalaya sudah dimulai sejak 6 Mei dan akan berakhir pada 20 Mei 2020. Selama masa PSBB sejumlah titik jalan dilakukan penutupan dan aktivitas usaha masyarakat ditutup dan dibatasi.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Dede Muharam menilai efek dari PSBB belum begitu terlihat.

Pasalnya pasien masih terus bertambah, sehingga Kota Resik ini belum steril dari wabah. “Hasil komunikasi dengan Dinkes pun kan prediksi puncaknya itu lima hari setelah lebaran,” ungkapnya.

Loading...

Pihaknya pun mempertanyakan keseriusan Pemkot dalam menangani wabah virus ini. Padahal anggaran yang dikeluarkan dalam penanganan wabah ini bukan angka yang sedikit “Kita pun mempertanyakan bagaimana PSBB ini,” ujarnya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat menilai PSBB cenderung asal-asalan.

Karena kerumunan warga masih menjadi pemandangan sehari-hari di jalan, termasuk saat pembagian bantuan. “Faktanya seperti itu, wajar jika masyarakat berasumsi PSBB ini asal-asalan,” katanya.

Jika pada akhirnya PSBB harus diperpanjang, Pemkot harus lebih serius dalam melaksanakannya.

Bukan hanya asal tegas, namun strategi yang diterapkan harus tepat. “Jangan sampai masyarakat makin sulit, tapi efeknya tidak maksimal,” tuturnya.

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya menggelar rapat evaluasi PSBB di Aula Bale Kota.

Rapat tersebut dipimpin Wakil Wali Kota Tasikmalaya H Muhamad Yusuf dan dihadiri unsur Forkopimda dan OPD yang terlibat dalam Gugus Tugas.

Sampai pukul 21.45 belum ada kejelasan soal perpanjangan PSBB atau tidak.

Sekda Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan mengatakan pihaknya masih mengkaji perlu dan tidaknya perpanjangan PSBB ini.

“Sekarang baru mau dievaluasi,” ujarnya kepada Radar pukul 19.20 tadi malam.

Baca juga : Kasus Positif Corona di Kota Tasik Nambah 4 dari Puskesmas Tamansari

Namun demikian, meskipun PSBB harus diperpanjang pemerintah tidak perlu lagi untuk memberi bantuan.

Pasalnya bantuan dari Pusat, Provinsi dan APBD Kota yang diberikan untuk mencukupi kebutuhan warga terdampak Covid-19 selama tiga bulan. “Bansos kan tiga bulan, dari Mei sampai Juli,” tandasnya. (rga)

Loading...
loading...

4 KOMENTAR

  1. Orang2nya jgn pada ngeyel..pada arogan, biar kliatan hasilnya. Toh balik lagi ke diri masing2 hasilnya bisa sehat semua keluarga.. kalo udah pada sakit, nnti akhirnya nyusahin orng lain juga.. positif thinking aja

  2. Psbb sih psbb, lah kita rakyat yang kagak punya gajih bulanan, cuman ngndelin pndptn harian yg tak tentu lah mau gimana , nasib kita?lah perut gak bisa dkredit, harus makan bapak pemerintah yth😊, coba kalau bantuan sosial covidnya tepat sasaran, jangan yang kayak raya dkasih, lah yang miskin ga dapat bntuan ,.

  3. Dikaji lagi yang berhak nerima bantuan agar jangan salah sasaran aturan yg diprioritaskan yg sudah g berkerja ni ada yg masih kerja,pny motor,rumah bgs dapat bantuan covid 19 lbh diperbaruin lgi datanya tiap tahun jgn gunakan data orang yg kena bantuan tahun lalu,kerena tiap tahun berbeda misalnya tahun kemarin ga mampu thun sekarang udah mampu n trima bantuan bansos dr pemerintah.. lbh di update lagi datanya tiap tahun atau 6 bln sekali biar tepat sasaran pak pejabat yg terhormat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.