PSBB Kota Tasik Dihentikan, Masuk ke Fase AKB

210
0

INDIHIANG – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah melewati empat tahap, kali ini dihentikan dan masuk ke fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Namun demikian protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan mengingat wabah Covid-19 dinilai masih ada.

Baca juga : Seminggu Nikahi Ibunya, Pria Warga Manonjaya Tasik Perkosa Anak Tirinya

Sekda Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan menyebutkan pihaknya akan mengacu kepada kebijakan provinsi.

Saat ini, gubernur sudah menghentikan penerapan PSBB dan dilanjutkan dengan AKB. “Ya tentunya kita ikut pada kebijakan provinsi,” ungkapnya kepada Radar, Jumat (26/6).

Untuk teknis di penerapan AKB sendiri, Gugus Tugas masih perlu melakukan kajian.

Karena pembatasan operasional usaha atau kegiatan yang masih dilarang perlu dipertimbangkan bisa beroperasi atau tidak.

“Kita akan rapatkan dulu teknisnya seperti apa, termasuk beberapa tempat usaha yang masih ditutup kita akan pertimbangkan boleh tidaknya beroperasi,” ujarnya.

Soal pendidikan, sementara belum ada kepastian karena kewenangannya berada di pemerintah pusat.

Sebelum ada kebijakan baru, maka kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara daring di rumah masing-masing. “Jadi pendidikan memang masih belum bisa,” katanya.

Rencananya, posko-posko yang ditempatkan di tempat keramaian, pasar tradisional dan mall akan dicabut.

Selanjutnya penerapan protokol kesehatan dilakukan secara mandiri oleh pengelola tempat usaha. “Seperti di mall kan kita minta supaya ada satgas Covid-19 secara mandiri,” terangnya.

Namun bukan berarti tim Gugus Tugas tidak bekerja, pengawasan tetap akan dilakukan meskipun tidak seintensif sebelumnya.

Tim patroli akan tetap berkeliling untuk memantau kondisi lapangan. “Monitor akan tetap kita lakukan,” katanya.

Perkembangan wabah Covid-19 di Kota Tasikmalaya sendiri sudah cukup terkendali. Berdasarkan data Gugus Tugas, hanya tinggal satu orang yang positif dan masih diisolasi.

Baca juga : Bunga Korban Perkosaan Ayah Tiri di Manonjaya Tasik Trauma Berat

Meski demikian, masyarakat jangan beranggapan wabah tersebut sudah hilang. Pihaknya tetap menekankan protokol kesehatan tetap harus diterapkan sebagai antisipasi.

“Karena vaksinnya kan belum ditemukan, dan virus itu masih ada, jadi tetap protokol kesehatan harus dilaksanakan,” pungkasnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.