Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.3%

20.4%

8.3%

67%

PSBB Kota Tasik Terjunkan 500 Personil, Bagaimana dengan Ngabuburit?

1139
1
radartasikmalaya.com

TASIK – Hari ini (6/5), Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tasikmalaya diberlakukan.

Segala aktivitas masyarakat di berbagai aspek akan dibatasi, bagi warga yang tidak punya kepentingan di luar rumah siap-siap diarahkan untuk pulang kembali.

Baca juga : Pencairan Bantuan Non-DTKS Pemprov Jabar untuk Kota Tasik Belum Jelas

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mengatakan terdapat beberapa kegiatan yang dikecualikan selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tetapi komponen yang dikecualikan tersebut tetap harus menerapkan protokol kesehatan maksimum.

“Tolok ukur PSBB adalah ketika tidak terjadi penambahan kasus Covid-19 saat pembatasan aktivitas sementara dilaksanakan.

Sehingga, penanganan medis terhadap warga lebih fokus dilaksanakan, serta risiko penyebaran di masyarakat mampu ditekan semaksimal mungkin.,

” ujar Budi usai memimpin apel gabungan persiapan pemberlakuan PSBB di lapangan upacara Bale Kota Tasikmalaya, Selasa Sore (5/5).

Menurutnya, semua komponen akan terus digerakkan untuk bersosialisasi dan mengedukasi masyarakat terkait pemberlakukan PSBB.

Supaya masyarakat bisa memahami serta mengikuti aturan yang telah diterapkan. “Kita pun menyiapkan kurang lebih 500 personel gabungan yang terlibat. TNI, Polri, Satpol PP, Dishub dan BPBD. Nanti diatur, ada yang tiga shift ada yang hanya dua shift berjaga di 45 check point,” tuturnya.

Budi menyerahkan masyarakat yang masih bandel beraktivitas dengan berkerumun di kala ngabuburit dapat dibubarkan.

Apabila berkegiatan di fasilitas umum melebihi jumlah maksimal 5 orang. “Nanti bisa kita kerahkan petugas, sebab ini kan masa pembatasan,” tegas Budi.

Dia meminta masyarakat bisa memahami dan muncul kesadaran kolektif ketika PSBB dilaksanakan.

Meski diakui dampaknya cukup mengganggu perputaran ekonomi, sosial, keagaaman, olahraga dan budaya.

“Tetapi kalau ingin Covid-19 berakhir, dengan upaya ini salah satunya menutup diri di rumah saja. Supaya kita segera terbebas dari wabah ini,” harapnya.

Sekretaris Gugus Tuga Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan menjelaskan nantinya petugas PSBB lebih terfokus di posko pengawasan. Perbatasan kota, akan dijaga melalui petugas operasi ketupat dari kepolisian.

“Itu disinergikan dengan PSBB, segenap personel difokuskan di pos-pos utama kota. Membatasi aktivitas orang, mereka sebagai garda terdepan dalam mengingatkan masyarakat yang hendak beraktivitas,” kata Ivan menjelaskan.

“Jadi keluar rumah itu, sekadar beli sembako, takjil lalu pulang lagi,” lanjut dia.

Menurutnya, jenis usaha di luar dari usaha yang dikecualikan ditutup selama dua pekan.

Seperti fashion dan lain sebagainya. Adapun pusat perbelanjaan, yang boleh beroperasi hanya supermarket saja.

“Sebab ini kan meminimalkan sumber kerumunan, supermarket tetap buka dengan menerapkan protokol kesehatan maksimum. Kalau tidak memenuhi, kita tutup,” ujarnya.

Sementara itu, tim gabungan dari Dinas Satpol PP, BPBD dan Diskominfo Kota Tasikmalaya berkeliling Kota Tasikmalaya sambil membagikan selebaran.

Hal itu, sebagai upaya memberi pemahaman kepada masyarakat terkait apa saja batasan selama PSBB diberlakukan.

Selain pembagian selebaran, pemberitahuan secara langsung pun dilakukan melalui pengeras suara di mobil petugas.

Sehingga, warga yang tidak menerima selebaran bisa tetap mendengar informasi PSBB.

Kabid Trantibum dan Tranmas Dinas Satpol PP Kota Tasikmalaya Yogi Subarkah mengatakan upaya sosialisasi dilakukan dengan berbagai metode.

Selain menggunakan media massa dan sosial, sosialisasi langsung ke lapangan tetap dianggap perlu.

“Karena ketika ada warga yang kurang mengerti bisa langsung tanya ke petugas,” ujarnya kepada Radar, kemarin.

Terkait penerapan PSBB, pihaknya akan bergabung dengan unsur TNI dan Polri di pos-pos yang disiapkan Gugus Tugas. Salah satu sasarannya adalah mengawasi  warga yang beraktivitas di luar rumah.

“Ketika ada yang keluyuran tanpa hal penting, akan kita arahkan supaya pulang,” terangnya.

Menurutnya, meski potensi warga yang membandel dan berkerumun dinilai masih ada, tetapi pihaknya akan mengedepankan langkah persuasif.

Yakni memberikan teguran supaya mereka membubarkan diri sebelum ada tindakan tegas. “Bukan berarti setiap pelanggar dipidanakan, tapi kalau memang tetap bebal ya kita serahkan ke aparat kepolisian,” ujarnya.

Di sisi lain, dia berharap masyarakat bisa paham dan mematuhi pembatasan yang diberlakukan pemerintah. Sehingga tidak perlu ada penindakan yang secara prinsip tidak akan menyenangkan.

“Karena kami pada dasarnya tidak ingin sampai harus melakukan penindakan yang keras,” paparnya.

Terpisah, pengamat sosial Tasikmalaya Asep M Tamam meyakini PSBB menjadi salah satu ikhtiar pemerintah mendisiplinkan masyarakat.

Meski tidak akan berjalan dengan efektif, ia mengakui bakal terjadi pengaruh besar dalam mengurangi tingkat kerumunan masyarakat.

“Saya kurang yakin dari sisi efektivitasnya. Namun, ini akan berpengaruh besar mengurangi kerumunan. Apalagi belakangan semakin ramai saja orang ngabuburit menjelang buka puasa,” kata dia.

Dia menilai kunci keberhasilan daerah membebaskan diri dari Covid-19 yakni kesadaran masyarakat.

Termasuk ketegasan pemerintah, yang meski saat ini masih cenderung dilematis.

“Satu sisi ketika harus tegas masyarakat harus dijamin hidupnya, kalau tidak tegas risiko penyebaran lebih berat,” tuturnya.

“Penegasan di sini bukan cuma menekan psikologi atau fisik. Tetapi, bagaimana Covid-19 bisa ditekan risiko penyebarannya,” sambung tokoh akademisi Tasikmalaya itu.

Baca juga : Selama PSBB, Pemkot Tasik Jamin tak Ada Warga Kelaparan

Asep menambahkan masyarakat saat ini cenderung masih bandel dan berharap untuk dimaklumi.

Apalagi, sebagian menilai upaya pemerintah dalam membantu dampak sosial dari wabah tersebut, beberapa diantaranya merasa kecewa. (igi/rga)

loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.