PSBB, Usaha di Kota Tasik Jangan Sampai Ditutup

68
0
IST KOORDINASI. Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya melakukan pertemuan dengan perwakilan pelaku usaha perdagangan di Gedung Pusat Pengembangan Industri Kreatif (PPIK), Selasa (12/1).

KAWALU – Sejumlah perwakilan pelaku usaha memaklumi kebijakan pemerintah soal pembatasan yang dilakukan. Meskipun risikonya memberikan dampak pada penghasilan dan nasib para pekerja.

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya melakukan pertemuan dengan para pelaku usaha di Gedung Pusat Pengembangan Industri Kreatif (PPIK), Selasa (12/1). Selain Kepala Dinas UMKM Perindustrian dan Perdagangan, hadir pada kesempatan itu Kasdim 0612 Mayor Chandra Suhendra, Kadis Kesehatan dr Uus Supangat.

Kepala Dinas UMKM Perindag, H M Firmansyah mengatakan bahwa pelaku usaha harus bisa memahami wabah Covid-19 masih terjadi.

Sehingga mau tidak mau aktivitas usaha pun diberikan beberapa pembatasan.

“Khususnya membatasi jumlah pengunjung atau konsumen,” ujarnya kepada Radar, kemarin (12/1).

Baca juga : Wakil Ketua Geng Motor di Kota Tasik Jadi Pengedar Narkoba

Pihaknya pada prinsipnya sendiri tidak ingin perputaran ekonomi terhambat. Namun mau tidak mau ini harus diterapkan guna mencegah penyebaran virus.

“Kita juga harus memahami ini upaya pemerintah untuk menangani pandemi,” tuturnya.

Retail & Operational Manager Plaza Asia, Roni Apriliansyah mengaku bisa memahami tujuan dari kebijakan pemerintah. Dia pun menyanggupi untuk mengikuti pembatasan yang dilakukan. “Selama ini pun kita selalu terapkan prokes sesuai anjuran pemerintah,” katanya.

Meskipun, tidak bisa dipungkiri hal ini berdampak buruk terhadap income usaha dan nasib para pegawai. Saat ini sudah banyak pekerja yang dirumahkan dan dikurangi jam kerjanya. “Kalau terus menerus begini ya repot juga,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan Plt Manajer Operasional Mayasari Plaza Danang Suryatmoko. Menurutnya, mau tidak mau kebijakan pemerintah harus diikuti karena wabah.

“Kami juga kan bisa memahami urusan kesehatan juga harus diperhatikan,” terangnya
Selama masih bisa beroperasi, pelaku usaha pada prinsipnya bisa menerima. Ruang itu, tentunya akan dimaksimalkan untuk membuat usaha bisa tetap berjalan.

“Tapi kalau sampai harus tutup, itu beda lagi,” imbuhnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.