PSI Kena Semprot PDIP Lagi, Kali Ini Soal Nasionalis Gadungan: Jangan Menyinggung Partai Lain

96

JAKARTA – PDI Perjuangan kembali ‘menyemprot’ salah satu parpol koalisinya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Kali ini terkait pernyataan Ketua Umum PSI Grace Natalie yang menyinggung adanya nasionalis gadungan diduga mengarah kepada PDIP.

Terkait hal itu, politisi PDIP pun kembali melontarkan ‘semprotannya’ kepada parpol ‘seumur jagung’ itu. Kali ini datang dari Eddy Kusuma Wijaya.

Anggota Komisi II DPR RI itu menyarankan, agar PSI jangan suka menyinggung partai lain.

“Kita ingatkan, dalam politik itu harus bijak,” tegasnya di temui di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2019).

Menurutnya, setiap parpol boleh dan berhak menyampaikan pandangan-pandangan partainya.

“Silakan mengungkapkan visi dan misi politiknya, tapi jangan menyinggung partai lain,” tegas dia.

Alasan PSI menyebut secara tersirat PDIP sebagai partai tidak bersih lantaran banyaknya kepala daerah yang merupakan kader partai berlambang banteng moncong putih itu tersangkut kasus korupsi.

Eddy menegaskan bahwa antara perbuatan kader partai secara individu jangan dikaitkan dengan partainya.

“Jangan mengatakan bahwa partai ini begini, partai itu begitu. Antara perbuatan individu anggota partai dengan partai itu lain,”

“Partai itu ada kebijakan-kebijakan sesuai visi misi partai dan itu sudah bagus semua,” lanjut Eddy.

Eddy juga menyoroti salah satu pentolan PSI, Tsamara Amany Alatas yang dianggapnya kerap menyinggung parpol lain.

“Saya amati dari kata ketua PSI Tsamara dalam pernyataan politiknya banyak terkesan menyinggung partai politik lain,” kata Eddy.

Sebelumnya, Sekjen PSI, Raja Juli Antoni juga mengomentari bergabungnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke PDIP.

Antoni berharap, Ahok bisa menularkan spirit bersih, transparan, dan profesional ke partai pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut.

Pernyataan terebut sepertinya membuat partai berlambang banteng moncong putih itu cukup tersinggung.

Salah satunya dari politisi PDIP, Masinton Pasaribu yang menyarankan PSI lebih bisa menjaga tutur kata dan fokus lolos masuk Senayan.

“Itu kan pendapat dia,” cetus Masinton, Selasa (12/1/2019).

Ia juga menyarankan agar partai besutan Grace Natalie itu tak usah terlalu mencampuri urusan internal partai lain.

“Suruh saja belajar cara meraih suara, bagaimana lolos parlemen, dan tahu bagaimana cara mengelola partai,” semprotnya.

Sementara, anggota DPR RI dari Fraksi PDIP lainnya, Alex Indra Lukman menegaskan, Ahok berhak menentukan pilihan politiknya secara independen tanpa campur tangan iapapun.

“Sebagai warga negara, pak Basuki berhak bergabung dengan partai mana saja,” tegas Alex.

Alex pun menyayangkan ketika masuknya Ahok ke PDIP direspons tidak terlalu baik oleh PSI.

Karena itu, pria yang juga Ketua DPD PDIP Sumatera Barat itu mengingatkan PSI yang berisi politisi muda untuk lebih santun dalam memberikan pernyataan.

“Jangan terjerumus dalam kemunafikan doa yang tidak tulus ikhlas serta sibuk mencari sensasi murahan dengan menyinggung kanan kiri demi meningkatkan elektabilitas,” sindirnya.

(ruh/pojoksatu)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.