Psikologis Pasutri Cenderung Menyimpang

76
0
Loading...

TASIK – Aksi ranjang yang dilakukan pasangan suami istri asal Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya dinilai sebagai perilaku abnormal. Untuk menghentikan dampaknya perlu penanganan serius.

Psikolog Tasikmalaya  Rikha Surtika D MPsi mengatakan perilaku tersebut sangat tidak wajar. Jika alasannya karena faktor ekonomi, menurutnya, kurang rasional mengingat jumlahnya yang sedikit. “Kita juga belum bisa menjustifikasi benar atau tidaknya mereka berbuat seperti itu, tapi jika benar kemungkinan bukan karena faktor ekonomi,” ungkapnya kepada Radar, Kamis (20/6).

Secara psikologi, kata dia, perbuatan pasutri tersebut bisa terjadi karena dorongan hasrat untuk melakukan hal-hal baru yang tergolong ekstrim. Sehingga mereka nekat mempertontonkan aksi hubungan badan kepada anak-anak. “Bisa jadi disebabkan merasa jenuh jadi mencari hal-hal baru,” tuturnya.

Menurutnya, hal ini harus dihentikan dengan rehabilitasi psikologis, agar memunculkan rasa malu akan pelanggaran norma sosial dan moral. Tidak kalah penting, dukungan spiritual keagamaan sangat perlu diberikan. “Karena tetap kalau agamanya sudah bisa ditanamkan, semuanya akan berjalan baik,” katanya.

Dampak psikologi juga, sambung dia, sangat rawan menimpa anak-anak yang menonton selaku korban. Seperti adanya dugaan beberapa pelaku meniru adegan hubungan suami istri E dan L kepada balita. “Bukan semata-mata karena syahwat, tapi ada rasa ingin tahu,” terangnya.

Perlu ada pendampingan intensif untuk bisa mengontrol rasa ingin tahu anak terhadap hal-hal yang bersifat tabu. “Harus diupayakan supaya anak-anak itu bisa mengesampingkan ingatan kemarin dengan memikirkan hal-hal yang lebih positif,” ujarnya.

Edukasi seks terhadap anak memang perlu dilakukan sejak dini, misalnya mulai usai 3 tahun. Namun prosesnya bertahap dan disampaikan seelok mungkin supaya bisa dipahami anak. “Misalkan kalau masih sangat kecil supaya malu terlihat aurat oleh lawan jenisnya,” tandas dia. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.