Psikoterapi Atasi Penyimpangan Seksual

187
0
USAI WAWANCARA. Spesialis Kedokteran Jiwa dr RE Dyah Rikayanti N SpKJ usai diwawancara Radar Sabtu (15/2). Anto Sugiarto/Radar Tasikmalaya
USAI WAWANCARA. Spesialis Kedokteran Jiwa dr RE Dyah Rikayanti N SpKJ usai diwawancara Radar Sabtu (15/2). Anto Sugiarto/Radar Tasikmalaya

BANJAR – Gangguan atau kelainan perilaku penyimpangan seksual marak terjadi, apalagi saat ini sudah menyasar usia produktif dan kondisinya sangat memprihatikan. Hal itu dikatakan Spesialis Kedokteran Jiwa dr RR Dyah Rikayanti N SpKJ.

Dia menjelaskan, kelainan perilaku seksual menyimpang banyak terjadi di kalangan remaja, dan lebih cenderung dialami pada laki-laki dibandingkan perempuan. Sehingga hal ini perlu dicegah, jangan sampai generasi penerus hancur oleh perilaku tersebut.

“Sangat miris melihat kondisi saat ini, korbannya kebanyakan anak-anak khususnya kalangan remaja di usia produktif,” ujarnya Sabtu (15/2).

Menurut dia, timbulnya perilaku penyimpangan tersebut diduga akibat trauma pada waktu kecil, yakni pelaku pernah mengalami pelecehan seksual dari orang lain. Sehingga dirinya mau melampiaskan apa yang pernah dialaminya ke orang lain.

Baca Juga : Lebam Tanda Awal Leukemia

Tentu hal ini perlu dicegah, jangan sampai generasi penerus menjadi korban selanjutnya. Karena jika sudah menjadi korban, dirinya akan melakukan hal yang sama terhadap orang lain.

“Penyimpangan seksual seperti ini sulit ditekan, karena pelaku dan korbannya tidak nampak sama seperti orang normal pada umumnya,” tuturnya.

Dia mengatakan, korban kesulitan mengekspresikan perasaan dan sulit memulai hubungan dengan orang lain. Selain itu, berulang kali mendapatkan aktivitas seksual yang menyenangkan terhadap situasi dan objek tertentu, sehingga terbentuklah penyimpangan seksual.

Baca Juga : Puasa Bisa Atasi Penyakit Metabolik

Penanganan penyimpangan hal itu dengan melakukan konseling yakni melalui psikoterapi individu untuk mengubah perilaku dan terapi keluarga. Juga harus menggunakan obat-obatan, untuk mengurangi fantasi dan kecenderungan perilaku menyimpang, seperti antidepresan dan antiandrogen.

“Korban dan pelaku perlu melakukan terapi hormon, untuk mengurangi dorongan seksual dan perilaku berbahaya tersebut kembali normal melalui psikoterapi,” tuturnya.

Kata dia, mengobati kelainan seksual sangat penting untuk dilakukan secepatnya. Sebab jika tidak segera ditangani, kelainan seksual dapat membahayakan diri sendiri, keluarga, hubungan sosial, baik dengan pasangan, pekerjaan maupun masyarakat. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.