PSSI Wacanakan Pengurangan Poin di Klasemen

14

JAKARTA – PSSI akan me­lakukan evaluasi menyeluruh terhadap klub-klub terkait insiden tewasnya suporter Persija Jakarta, Minggu (23/9). PSSI meminta agar seluruh klub bisa menjadikan peristiwa tragis itu sebagai pelajaran.

“PSSI ikut belasungkawa yang mendalam atas kejadian yang menimpa Haringga. Kami sangat prihatin dan menyayangkan peristiwa ini. Kami mengecam oknum pelaku. Kami harap kejadian ini tak terulang di sepak bola Indonesia,” tutur Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (24/9).

Anggota Komite Eksekutif PSSI Yoyok Sukawi berencana membuat aturan baru agar kejadian mengenaskan tersebut tak terulang kembali.

Ia menyebutkan, aturan baru yang bakal direncanakan itu berupa pengurangan poin. Salah satunya, menurut Yoyok, pengurangan poin kepada klub jika suporternya melakukan tindakan tak sportif, seperti menyalakan flare dikurangi satu poin hingga melakukan tindakan kerusuhan dipotong tiga poin untuk klubnya.

Ia juga mengatakan kejadian ini akan menjadi perhatian khusus bagi pihaknya. “Kejadian ini sudah masuk dalam ranah pidana, sudah sepatutnya kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian ini,” tegas Yoyok saat dihubungi wartawan. “Tentunya ini bakal menjadi perhatian khusus bagi PSSI. Kami akan siapkan aturan-aturan baru agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Hukuman yang sedang kami siapkan, seperti hukuman tambahan kepada klub dan hukuman tambahan kepada organisasi suporter dan juga antisipasi berupa larangan mendukung dan didukung. Dan saat ini sedang kami persiapkan,” sambungnya menjelaskan.

Nantinya aturan tersebut akan dibuat oleh Exco PSSI dan dikukuhkan menjadi kode disiplin untuk menjadi pegangan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI dan Komisi Banding untuk bisa menegakkan hukum aturan. “Kami sih, inginnya begitu (penguranan poin). Dan mudah-mudahan hal itu bisa terlaksana. Dan itu harus ada keterkaitan antara klub dan pendukungnya terkait hukuman yang akan diberlakukan tersebut,” tukas Yoyok.

Sementara itu PT LIB memastikan akan menyikapi peristiwa ini sebagai kejadian yang sangat serius. Operator Liga 1 Indonesia itu mengaku berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait untuk bisa menyelesaikan persoalan sesuai dengan tugas dan wewenangnya masing-masing. “Kami menyampaikan prihatin atas peristiwa tersebut. PT LIB selalu berusaha keras untuk menghilangkan segala bentuk kekerasan dalam sepak bola,” jelas Risha Adi Widjaya, CEO PT LIB. “Kepada semua elemen pemangku sepak bola nasional, mari berkomitmen agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Mari sama-sama menempatkan sepak bola sebagai pemersatu bangsa,” Sambung Risha. (gie/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.