PT KAI Mulai Serahkan Biaya Bongkar

315

CIBATU – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai memberikan biaya pembongkar rumah kepada masyarakat yang terdampak reaktivasi Jalur Kereta Api Cibatu-Garut.

“Yang diberikan saat ini ada 20 bangunan di Kampung Cibodas Desa Keresek Kecamatan Cibatu. Ini tahap awal pemberian biaya bongkar,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung Joni Martinus kepada wartawan di Stasiun Cibatu Garut Jumat (30/11).

Sebanyak 20 bangunan yang mendapatkan biaya pembongkaran karena sudah melengkapi administrasi dan menyetujui pembongkaran.

Joni menerangkan jumlah uang yang diberikan kepada masyarakat terdampak reaktivasi ini, yakni untuk bangunan permanen Rp 250 ribu per meter persegi dan bangunan semi permanen Rp 200 ribu per meter persegi.

“Hitungan per meter atau per tumbak (satu tumbak 14 meter) sama saja. Kalau per tumbak yang permanen itu Rp 3,5 juta, sementara semi permanen Rp 2,8 juta,” katanya.

Biaya bongkar tak diberi secara tunai. Warga yang terdampak akan menerima uang dalam bentuk rekening dan ATM. Warga yang sudah menyelesaikan administrasi akan langsung diberi biaya bongkar sesuai lahan yang ditempati.

“Uang yang diberikan ini bukan ganti rugi, tetapi ini biaya pembongkaran rumah. Untuk ganti rugi itu tidak ada,” terangnya.

Menurut dia, di jalur Cibatu-Garut terdapat 1.077 bangunan yang terdampak. Dengan luas lahan 59.467,055 meter persegi.

“Di Cibatu ini ada 102 bangunan terdampak. Paling banyak itu di wilayah Garut Kota sebanyak 802 bangunan,” ucapnya.

Joni menambahkan PT KAI memberi waktu satu bulan bagi warga yang telah menerima uang kadeudeuh untuk membongkar rumahnya. Waktu tersebut dinilai cukup bagi warga terdampak untuk menyiapkan hunian baru.

“Material bahan bangunan bisa dimanfaatkan lagi oleh warga. Terus bisa cari tempat tinggal baru,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.