Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.5%

7.4%

70%

PTM Tatap Muka SMAN 1 Kota Banjar Berjalan Lancar

75
1
BELAJAR TATAP MUKA. Siswa kelas X SMAN 1 Banjar saat mengikuti pembelajaran tatap muka Senin (14/9). Per kelasnya hanya diisi 12 siswa.
BELAJAR TATAP MUKA. Siswa kelas X SMAN 1 Banjar saat mengikuti pembelajaran tatap muka Senin (14/9). Per kelasnya hanya diisi 12 siswa.

BANJAR – Sebanyak 144 siswa sekolah menengah atas (SMA) Negeri 1 Banjar mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) Senin (14/9).

Kepala SMAN 1 Banjar Barnas MPd mengatakan SMAN 1 Banjar sudah bisa melakukan PTM langsung setelah mendapatkan surat keterangan dari Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar, Jumat (11/9).

“Alhamdulillah pelaksanaan PTM tingkat SMA/SMK sesuai jadwal dan hari ini (kemarin, Red) baru SMAN 1 Banjar yang siap,” ujar dia kepada Radar di sekolahnya.

Hasil rapat sebelumnya dengan Gugus Tugas, kata dia, ada empat sekolah yang sudah siap melaksanakan PTM. Termasuk siap menyediakan sarana protokol Covid-19. Namun karena kendala teknis, baru SMAN 1 Banjar yang siap melaksanakan PTM.

Baca juga : Langkah Petani Muda Bisa Menjadi Pilot Project

Kata dia, PTM SMAN 1 Banjar sejauh ini tidak ada kendala, karena sudah dipersiapkan dengan baik dan matang. Persiapan PTM sejak awal Agustus 2020.

“Kita sejak awal sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas, Dinas Pendidikan dan juga adanya persetujuan dari orang tua siswa,” ujarnya.

Meski saat ini di Kota Banjar masih ada yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, namun PTM tetap berjalan. Dengan catatan, PTM dilaksanakan sesuai protokol kesehatan.

Selama PTM, Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Provinsi Jabar melakukan pemantauan. “Dari 144 siswa ada 3 orang yang izin tidak masuk dan alhamdulillah yang mengikuti PTM saat ini sehat semua,” jelasnya.

Baca juga : PMII Kota Banjar Minta APH Awasi Proyek Balokang Patrol

Pihaknya juga menyediakan ruang isolasi di sekolah. Ruangan itu akan digunakan ketika ada siswa yang sakit mendadak. “Berbeda jika ada yang sakit dari rumah tidak diperkenankan masuk sekolah, harus belajar dan istirahat di rumah,” ujarnya.

Pelaksanaan PTM untuk kelas X dilakukan selama tiga minggu, baru disusul kelas XI dan kelas XII. Pembelajaran tidak dipadatkan tapi sesuai jadwal hanya 4 jam.

“Siswa yang tidak PTM masih tetap belajar online atau daring. Mudah-mudahan pembelajaran di sekolah bisa efektif seperti semula,” ujarnya. (nto)

loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.