Puasa Meregenerasi Sel Saraf Otak

280
0
USAI WAWANCARA. Dokter Spesialis Syaraf sekaligus ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Banjar dr Fuad Hanif SpS di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. (Anto Sugianto / radartasikmalaya.com)

Berpuasa pada bulan Ramadan bukan hanya menahan dahaga dan lapar mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, puasa adalah latihan psikis, mental dan fisik biologis. Secara biologis, puasa bermanfaat bagi kesehatan termasuk kesehatan otak dan syarat.

Dokter Spesialis Syaraf sekaligus ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Banjar dr Fuad Hanif SpS menjelaskan berdasarkan penelitian membuktikan puasa dapat membantu kesehatan tubuh, otak hingga syaraf manusia.

“Karena orang yang menjalankan puasa akan mengalami adaptasi metabolik di otak, sehingga memicu timbulnya biogenesis mitokondria,” ujarnya kepada Radar, Sabtu (4/5).

Fuad menjelaskan, dengan begitu bertambahnya jumlah mitokondria dan beratnya massa maka akan menghasilkan peningkatan pembentukan energi dalam sel. Hal ini dapat membuat tubuh tetap berstamina.

Selama puasa, kata ia, tubuh dapat memperbaiki sel-sel yang rusak karena banyak aktivitas yang diistirahatkan.

“Organ di dalam tubuh memiliki waktu istirahat yang cukup saat waktu kita berpuasa, sehingga mampu menghasilkan stamina dan membuat tubuh tetap sehat,” jelasnya.

Lanjutnya, saat seseorang melaksanakan puasa selama sebulan, plastisitas, neurogenesis, dan fungsional kompensasi jaringan otak akan diperbarui.

Dengan demikian, akan terbentuk networking atau rute jaringan baru di dalam otak, yang akan membentuk pribadi dan manusia yang berpikiran sempurna.

“Pada hakikatnya puasa bermanfaat meningkatkan daya ingat, mengurangi kematian sel-sel saraf, bahkan dalam tingkatan tertentu bisa meregenerasi sel-sel saraf otak,” katanya.

Dokter Fuad mengatakan, untuk mendapatkan khasiat kesehatan dari puasa. Maka selama menjalankan puasa tubuh harus cukup air sekitar 2 liter sepanjang berbuka puasa hingga imsak.

Asupan gizi dan makanan saat menjalankan puasa juga harus diperhatikan, dengan mengatur pola makan yang sesuai dengan tubuh dan tidak terlalu banyak makan-makanan yang berlemak dan lainnya.

“Kalau bisa diusahakan makanan yang rendah karbohidrat, rendah minyak dan rendah lemak. Dan harus memperbanyak makan sayur-sayuran dan buah-buahan,” ungkapnya.

Fuad menambahkan, selain mengkonsumsi makanan yang bergizi, saat menjalankan puasa bisa melakukan olahraga ringan. Seperti senam, lari kecil selama 30 hingga 60 menit. Jangan lupa istirahat yang cukup.

Dirinya juga mengingatkan kepada masyarakat yang akan menjalankan ibadah puasa, untuk sahur karena memiliki banyak manfaat.

“Jika tidak sahur maka tubuh kita tidak ada asupan makanan sebagai sumber  energi saat menjalankan puasa di siang hari. Maka dari itu, sahur sangat dianjurkan supaya tubuh tetap berstamina,” ungkapnya. (nto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.