Publik Minta Calon Bupati Tasik & Wakilnya Bukan PHP

1162
0
istimewa SIAP DIGELAR. Panitia tengah mempersiapkan arena debat publik Pilkada Tasikmalaya 2020 di gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya Rabu (4/11).

TASIK – Hari ini (5/11), empat pasangan calon (paslon) di Pilkada Tasikmalaya 9 Desember 2020 akan diuji ide dan gagasannya membangun Kota Seribu Pesantren dalam Debat Publik di Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya.

Harapan pun muncul, agar dalam debat tersebut para calon mampu memaparkan solusi nyata bagi kemajuan dan pembangunan Kabupaten Tasikmalaya. Termasuk berkomitmen melaksanakan visi misi program serta janji politiknya setelah terpilih nanti.

Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya, KH Atam Rustam MPd merespon baik adanya debat publik keempat pasangan calon. Sehingga masyarakat bisa mengetahui visi, misi, program dan komitmen politik paslon setelah dipercaya memimpin.

“Maka saya berharap kegiatan debat ini, bisa berlangsung secara halus, tidak saling ngotot. Kemukakan visi misi dan progam yang betul-betul bisa dikerjakan, bukan hanya diucapkan, tetap riil bisa dilaksanakan dan dikerjakan,” ungkap Atam, kepada Radar, Rabu (4/11).

KH Atam berpesan lewat debat publik ini, paslon harus merasa malu ketika apa yang diucapkan serta ditargetkan dalam debat publik tidak berjalan ketika diberi amanah masyarakat lima tahun ke depan.

“Jadi bukan hanya janji (asal ucap, Red), jangan menjadi seorang pemberi harapan palsu (PHP). Harus betul-betul menyampaikan apa yang bisa dan mampu dikerjakan nanti,” tuturnya.

Tokoh Masyarakat Tasikmalaya, KH Edeng ZA mengatakan visi misi dan program yang akan disampaikan paslon, jangan hanya menjadi sebuah wacana belaka. Tetapi harus direalisasikan dan dilaksanakan sebagai bukti janji politik kepada masyarakat.

“Artinya apa yang direncanakan harus selaras dengan apa yang akan dikerjakan. Tidak lagi berbicara muluk-muluk,” paparnya.

KH Edeng, yang juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tasikmalaya meminta agar program-program pemerintah daerah ke depan bisa pro rakyat.

“Mulai dari APBD dan program kerja muaranya harus untuk kepentingan masyarakat luas bukan kelompok,” tuturnya.

Selain itu, dia mendorong paslon punya komitmen memberantas kredit atau pinjaman permodalan masyarakat kecil melalui praktik riba. Salah satunya dengan program permodalan yang sesuai syariat Agama Islam dari kepala daerah terpilih nanti.

“Diharapkan calon kepala daerah terpilih nanti mempunyai visi misi religius Islami membawa Kabupaten Tasikmalaya lebih agamis dan menjunjung syariat Islam,” tambah dia.

Tokoh Masyarakat Pamijahan Kecamatan Bantarkalong, KH Endang Ajidin mengatakan mewakili masyarakat, dirinya berharap lewat debat publik paslon bisa memaparkan program yang bisa dirasakan langsung masyarakat.”Kita harap paslon memiliki program nyata, baik jangka pendek maupun panjang,” terangnya.

Baca juga : AWAS! Tren Kasus Covid-19 di Kota Tasik Masih Meningkat

Ketua Koalisi Mahasiswa Rakyat Tasikmalaya (KMRT), Arif Rahman Hakim mengatakan debat calon publik harus dijadikan tolak ukur masyarakat dalam menentukan pilihan di Pilkada Tasikmalaya.

”Tentunya debat publik ini, tidak hanya menjadi ajang adu argumen. Tapi harus menjadi sebuah ajang solusi mengatasi setiap masalah di Kabupaten Tasikmalaya,” tandasnya.

KMRT sendiri mempunyai permintaan khusus, kepada paslon yang terpilih nanti, untuk bersama-sama ikut andil dalam memberantas praktik korupsi di Kabupaten Tasikmalaya.

“Kita ingin ada pemimpin yang peduli dan mempunyai komitmen terhadap gerakan anti korupsi di Kabupaten Tasikmalaya,” tambah dia.

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tasikmalaya 9 Desember 2020 memasuki fase debat publik. Panggung ini diharapkan menjadi arena adu gagasan serta visi-misi pasangan calon (paslon).

Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya telah mempersiapkan pelaksanaan debat calon yang dilaksanakan Kamis malam (5/11) sekitar pukul 19.30.

Kegiatan tersebut, nantinya akan dilaksanakan di Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya yang disiarkan langsung melalui Radar TV Tasikmalaya, radio dan media sosial resmi milik KPU.

Dengan tema debat yakni Pembangunan Ekonomi, Sarana Prasarana dan Peningkatan Sumber Daya Manusia Melalui Kepemimpinan Politik Menuju Adaptive Governance. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.