Pucuk Dicinta Ulam Tiba

385
0
Istimewa SILATURAHMI. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Syarif Hidayat MSi bersilaturahmi dengan Habib Rizieq Shibab di Makkah.
Loading...

MAKKAH – Di sela-sela menjalankan ibadah umrah, Wali Kota Tasikmalaya periode 2007-2012 Drs H Syarif Hidayat MSi berkesempatan bersilaturahmi dengan Habib Rizieq Shihab.

Syarif bertemu dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu di kediamannya di Makkah. Ketika dirinya umrah sekaligus jalan-jalan ke Turki karena mendapatkan penghargaan dari PT Syarofa Tour & Travel, dimana Syarif tercatat sebagai Komisaris.

“Saya dapat undangan gratis dan kebetulan lagi luang dan banyak rekan saya dari Bandung yang ikut. Saya pun berangkat (umrah, Red),” ujarnya kepada Radar, Rabu (27/3).

Syarif berangkat tanggal 20 Maret 2019 menggunakan pesawat Turki. Tiba di Makkah, dia bertemu mukimin teman-teman Muthowif sewaktu menjadi Ketua Lembaga Haji Muhammadiyah Jawa Barat. ”Akhirnya kita silaturahmi dan reuni kecil di Makkah,” tuturnya.

Ketika bercengkrama dengan teman-teman Muthowif di salah satu hotel, kata Syarif, salah seorang temannya memberitahu ada tamu penting dari Indonesia bertemu Habib Rizieq Shihab. Kemudian temannya tersebut mengajak Syarif, ikut bersama rombongan tamu bertemu Habib Rizieq.

Loading...

Pucuk dicinta ulam tiba, Syarif yang senang bertemu tokoh-tokoh Nasional tersebut memutuskan ikut bertemu Habib Rizieq. “Saya bersama rombongan dan Habib Rizieq sempat ziarah ke Shaikh Kabir,” cerita Syarif yang hobi golf itu.

Apalagi, kata Syarif, semasa menjadi Wali Kota Tasikmalaya dia sering bertemu dan menghadiri ceramah Habib Rizieq Shibab. ”Dan alhamdullilah beliau masih mengenal saya dengan baik,” tuturnya.

Sebab, tambah Syarif, telah menjadi kebiasaan menjenguk orang baik dalam keadaan sedang bahagia atau nestapa. “Bahkan orang yang dipenjara juga kalau saya kenal, saya suka tengok,” terangnya.

Ketua PD Muhamaddiyah Kota Tasikmalaya itu menceritakan dirinya bersama rombongan menggunakan taksi menuju kediaman Habib Rizieq. “Waktunya kurang lebih 10 menit dari hotel yang kami tempati. Kami diterima bada zuhur,” ungkapnya.

Bersamaan dengan Syarif dan rombongan, ada juga warga Indonesia yang berasal dari Medan, Lombok, Banten, Surabaya, Makassar dan lainnya bertemu Habib Rizieq.

Rumah yang ditempati Habib Rizieq, kata Syarif, cukup besar, resik dan nyaman. Dengan kamar tamu luas yang diperkirakan bisa menampung sebanyak 50 orang. “Beliau (Habib Rizieq) menerima kami dengan ramah, ceria dan penuh kehangatan,” ungkapnya.

Kata Syarif, semua orang yang datang disapa, tanpa kecuali sampai anak kecil pun ditanya dari nama, umur dan kemampuan hafal quran. “Sungguh menampakkan suatu pribadi yang utuh dan mengesankan, yang memiliki tingkat kemampuan human relation tinggi,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, kata Syarif, Habib Rizieq menceritakan berbagai hal mulai dari keadaannya serta berbagai hal diuraikan dengan narasi dan diksi terstruktur serta runtut. Menggambarkan sosok Habib Rizieq yang memiliki nalar tinggi. ”Beliau seperti layaknya tokoh intelektual yang lain, sesekali diselipi candaan yang membuat kami tertawa. Tidak ada ucapan nada keras seperti yang kadang didengar saat di panggung,” ulasnya.

Bahkan terdengar sejuk dan mencerahkan, tidak nampak pada wajah Habib Rizieq tersembunyi rasa sedih. Ketika berbicara tentang perjuangan mengenai kebangsaan, tanah air dan agama.

“Kelihatan serius, semangat, tegas dan lugas. Saya melihat pada diri beliau ada semangat heroik dan patriotisme,” terangnya.

Selesai bercengkrama bersama Habib Rizieq, Syarif dan rombongan kemudian salat ashar berjamaah dengan kiai asal Medan. Dan doa dipimpin Habib dari Surabaya. Selanjutnya dilakukan sesi foto bersama Habib Rizieq secara bergantian. (kim)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.