Puitang BPBD Akhirnya Dihapus

35
0
RAMAH. Direktur PDAM Tirta Anom Kota Banjar E Fitrah Nurkamilah ST ditemui di ruangannya kemarin.
RAMAH. Direktur PDAM Tirta Anom Kota Banjar E Fitrah Nurkamilah ST ditemui di ruangannya kemarin.
Loading...

BANJAR – Direktur PDAM Tirta Anom Kota Banjar E Fitrah Nurkamilah melalui Bendahara PDAM Tirta Anom Wiwi memastikan piutang BPBD atas air bersih untuk bantuan korban kekeringan akan dihapus. Piutang itu akan dialihkan menjadi program social perusahaan plat merah tersebut.

“Soal beban piutang BPBD itu kata ibu direktur akan dimasukan ke dalam program CSR-nya PDAM. Nanti laporan besaran piutang itu akan dijadikan laporan realisasi program sosialnya PDAM terhadap masyarakat,” kata Wiwi di ruang kerjanya Kamis (26/12).

Selanjutnya, kata dia, distribusi air bersih akan dibatasi lima tangki per hari. Hal itu mengingat sumber air baku saat ini berkurang.

“Jika tidak dibatasi, kata bu direktur, khawatir mengganggu pelayanan ketersediaan air untuk pelanggan,” ujarnya.

Sementara Direktur PDAM Tirta Anom E Fitrah Nurkamilah sebelumnya sudah melakukan rapat koordinasi dan rapat bersama pemilik perusda, yakni wali kota. Wali Kota menyarankan supaya beban tunggakan BPBD dialihkan menjadi program sosialnya PDAM.

“Kebijakan ada di tangan pemilik. Kami mengikuti apa yang disarankan oleh beliau,” kata direktur yang baru menjabat satu tahun tersebut.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar Kuslan Parman belum mengetahui langkah penyelesaian piutang yang menunggak selama dua tahun tersebut. Namun dia bersyukur jika PDAM mengalihkan piutang itu menjadi program CSR-nya.

Loading...

“Ya kami bersyukur karena otomatis tidak punya beban tunggakan lagi. Karena selama dua tahun ini kami tidak memiliki anggaran untuk membayar air yang kami ambil dari PDAM dan kami salurkan untuk masyarakat yang terdampak krisis air bersih,” kata Kuslan.

Ia mengatakan solusi itu memang yang disodorkan Wakil Wali Kota Banjar Nana Suryana. Kuslan berharap tahun selanjutnya bantuan air bersih konsisten manjadi program CSR.

“Kalau dibebankan lagi, kami bingung karena tugas kami hanya menyalurkan air bersih untuk masyarakat. Sementara dukungan anggaran untuk pembayaran air bersih itu kan tidak ada,” kata dia.

Wakil Wali Kota Banjar H Nana Suryana saat ditanya besaran piutang tersebut mengatakan tahun ini saja jumlah beban biaya atas air bersih sekitar Rp 20 jutaan. Belum lagi tahun 2018.

“Kita sejak awal menyarankan kepada PDAM untuk memasukan piutang itu kepada program sosialnya PDAM. Sehingga BPBD terlepas dari beban tunggakan. Kan air bersihnya juga disalurkan untuk masyarakat,” kata Nana. (cep)

loading...