Pulang dari Luar Kota, 244 Warga Cipatujah Tasik Dipantau

1398
0

CIPATUJAH – Unit Pelayanan Teknis (UPT) Puskesmas Kecamatan Cipatujah terus sigap melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Salah satunya mengawasi warga yang baru datang dari luar kota, terutama yang masuk zona merah penyebaran virus corona.

Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Cipatujah Tarman SKm MSi mengatakan, pihaknya bersama tim melakukan pendataan kepada warga yang baru datang dari luar kota, hasilnya sebanyak 244 warga baru sampai ke Cipatujah usai aktivitas di luar kota.

Kemudian 21 di antaranya disertai dengan keluhan kesehatan, mulai dari demam dan batuk.

Baca juga : Bandar Udara Wiriadinata Kota Tasik Ditutup Antisipasi Sebaran Corona

“Itu data penjaringan yang dilakukan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Cipatujah terhadap warga yang baru datang dari luar kota, mereka dijaring untuk dilakukan pengawasan dan pemantauan (antisipasi penyebaran corona, Red),” ujarnya saat dihubungi Radar, Rabu (25/3).


Kata dia, dari 244 warga ini banyak yang baru datang dari Tangerang dan Jakarta, termasuk kota-kota besar lainnya. Kedua kota tersebut menjadi, terlebih Jakarta menjadi zona merah penyebaran corona.

Sebagai antisipasi, pihaknya melakukan pendataan, termasuk pemeriksaan kesehatan dan pemantauan. “Sebagian ada yang dinyatakan berstatus orang dalam pemantauan (ODP) corona,” katanya, menjelaskan.

“Pendataan dilakukan oleh bidan dan puskesmas pembantu. Namun, tidak sedikit yang datang ke puskesmas, karena mungkin tidak tahu. Sebetulnya tidak boleh kontak langsung, ditakutkan menyebar ke yang lain. Sehingga harus kontak melalui komunikasi telepon,” katanya, menambahkan.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya dr Heru Suharto mengatakan, data sampai saat ini jumlah warga yang berstatus ODP sebanyak 11 orang dan PDP tiga orang, termasuk yang meninggal warga Kecamatan Karangnunggal di RSUD SMC, Selasa (24/3).

“Untuk PDP yang meninggal belum bisa dipastikan positif akibat Covid-19 atau bukan karena masih menunggu hasil lab,” katanya kepada wartawan, kemarin.

Baca juga : Tak Ada Pelayanan Langsung, Wajib Pajak Bisa Lakukan Ini

Jelas dia, korban PDP corona yang meninggal baru pulang dari Jakarta, karena aktivitasnya di ibu kota. Saat di Jakarta, korban kontak dengan yang diduga terpapar corona, yakni mengangkat pasien yang gejalanya sama seperti yang dialami korban, batuk, sesak napas dan demam tinggi.

Lanjut dia, sebagai antisipasi Covid-19, Pemkab Tasikmalaya terus melakukan upaya penyemprotan fasilitas publik dengan cairan disinfektan. Langkah ini diharapkan mampu menekan penyebaran virus corona di masyarakat.

“Masyarakat diminta tidak berkerumun, disarankan berdiam diri di rumah, menjaga jarak dengan orang lain, mencuci tangan dan memakai masker serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” ujarnya, menambahkan.

Baaca juga : 1 Wanita Warga Kota Tasik yang Positif Corona Pernah ke Jakarta & Jogja

Kepala Desa Cibatuireng Kecamatan Karangnunggal Jajang mengatakan, warganya yang PDP corona dan meninggal sudah lama bekerja di Jakarta. Dia merupakan asli warga Karawang dan menikah dengan warga Karangnunggal.

“Dua minggu lalu, sebelum meninggal. Korban baru pulang dari Jakarta ke Cibatuireng, pasalnya ibu mertuanya meninggal seminggu lalu. Korban dalam keadaan sakit memaksakan diri pulang kampung, sementara di sini dia dirawat di Puskesmas Bantarkalong dalam selama hari sebelum dirujuk ke SMC,” ujarnya. (obi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.