Pulang dari Pangandaran, 292 PNS Kota Tasik Tes Urine, 5 Positif

177
0
DITES URINE. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman menunjukkan sampel urine kepada petugas BNN usai dites urine di Bale Kota, Tasikmalaya Senin (9/4). FOTO: RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Lima Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya dinyatakan positif menggunakan Benzo, salah satu kandungan psikotropika golongan I.

Hal ini diketahui Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya secara mendadak melakukan tes urine kepada 292 PNS termasuk Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman, Wakil Wali Kota Tasikmalaya H M Yusuf dan Sekda Kota Tasikmalaya Drs Ivan Dicksan usai apel pagi di Bale Kota Tasikmalaya Senin (9/4/2018).

Kepala BNN Kota Tasikmalaya H Tuteng Budiman mengatakan, dari hasil dari tes urine tersebut ditemukan lima PNS yang dinyatakan positif.

Akan tetapi pegawai bersangkutan bisa menunjukkan bukti resep dokter yang membuat hasil tesnya mengandung Benzo. “Ada lima orang, tapi setelah dicek ternyata pengaruh dari obat saraf, ginjal dan ada resep dokternya,” terang dia kepada Radar.

Beberapa hari sebelumnya para pegawai Pemkot melakukan liburan bareng ke Pangandaran.

Ditanya ada tidaknya kaitan dengan tes urine tersebut? Tuteng mengaku tidak ada kesengajaan ke arah tersebut.

“Kebetulan saja, karena tes urine ini sudah direncanakan jauh-jauh hari,” terangnya.

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman menuturkan PNS merupakan abdi negara yang harus memberikan contoh kepada masyarakat.

Untuk itu, tes urine juga perlu dilakukan kepada para pegawai pemerintah, termasuk dirinya sebagai kepala daerah.

“Jangan sampai operasi hanya dilakukan kepada masyarakat saja,” ungkapnya.

Menanggapi beberapa pegawai yang dinyatakan positif, dia meminta BNN untuk menelusurinya lebih detail karena ada kemungkinan efek obat dokter.

Jika memang terbukti menyalahgunakan narkoba, maka pihaknya akan memberikan sanksi. “Itu jelas ada sanksinya,” terang lelaki murah senyum tersebut.

Disinggung soal ada beberapa ASN yang nyelonong meninggalkan lokasi tes urine? menurutnya tidak menutup kemungkinan mereka punya kesibukkan yang tidak bisa ditinggalkan.

Dan hal itu tidak menjadi masalah karena ke depan tes urine akan dilakukan kembali secara dadakan. “Apalagi ada wartawan jadi mungkin takut juga,” selorohnya.

(rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.