Pulang Nongkrong di Balai Desa, Penjual Sandal Gantung Diri di Pohon Mangga

59

CIREBON – Usai nongkrong dengan sohib-nya, Sunanto (43) malah ditemukan tewas gantung diri (gandir) di pohon mangga depan rumahnya di Blok Pekucen, RT 04 RW 02, Desa Pekantingan, Kecamatan Klangenan Kabupaten Cirebon, Rabu dini hari (6/2) sekitar pukul 01.40 WIB. Tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban. Di TKP ditemukan pesan singkat yang tulisan tangan Sunanto.

Aksi nekat gandir Sunanto, membuat sahabatnya Solihin yang merupakan mandor Desa Pekantingan jelas merasa syok. Pasalnya, sebelum kematian korban, dirinya melepas canda tawa bersama hingga larut malam di depan balai desa.

“Dia (korban, red) teman dekat saya. Tinggal sehari-hari di rumah istrinya di Indramayu. Katanya karena sedang pusing main dengan anaknya ke rumah orang tua. Biasa, kalau dia pulang ke Desa Pakantingan pasti telepon saya dan ngajaknongkrong. Seperti semalam saja, kita nongkrong di balai desa sampai pukul 01.00 WIB dini hari,” kata  Solihin.

Solihin mengaku, temannya yang biasa berjualan sandal itu sempat bercerita sudah membangun rumah. Namun, sebagaian dana pembangunannya hasil ngutang kepada saudaranya.

Sedangkan istrinya, untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sudah lama menjadi TKI ke Taiwan. “Sempat cerita kalau istri ke Taiwan dan dia sudah bangun rumah dari hasil utang,” ucapnya.

Solihin menceritakan dini hari itu usai nongkrong, mereka pulang ke rumah masing-masing. Solihin yang belum tidur tiba-tiba kedatangan tamu yang tergesa-gesa dan menyampaikan kalau temannya tewas bunuh diri.

Sontak, Solihin kaget dan bergegas mendatangi rumah korban untuk memastikannya. Benar saja, korban ditemukan sudah tak bernyawa dengan posisi tergantung dengan tambang ayunan.

“Padahal baru 30 menitan pulang, eh dapat kabar buruk. Sempat tidak percaya. Saya langsung telepon polisi. Dari dekat lokasi, ada surat tulis tangan korban dengan spidol merah yang berisi, kalau anaknya minta disekolahkan di Cirebon saja. Dan dia meminta maaf kepada keluarga lengkap dengan tanda tangan korban,” paparnya.

Anggota Polsek Klangenan dan Inafis Polres Cirebon Kabupaten yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan pemeriksaan selama dua jam terhadap korban. Polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Menurut kapolsek, korban ditemukan oleh orang lewat sudah dalam kondisi menggantung. Setelah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan tanda kekerasan. Namun, tanda beberapa ciri gantung diri terlihat dari tubuh korban.

“Artinya korban murni bunuh diri dengan gantung diri menggunakan tambang. Kita sudah lakukan visum di lokasi kejadian dengan dokter dari Puskesmas Klangenan. Korban mengakhiri hidupnya diduga karena faktor ekonomi keluarga,” pungkasnya. (cep)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.