Pulang Wisata, Warga Kota Tasik Sekeluarga Positif Corona, 2 Meninggal

15849
0
radartasikmalaya.com
Ilustrasi

TASIK – Masyarakat harus berpikir ulang ketika ingin berwisata atau bepergian khususnya ke luar daerah. Karena risiko tertular Covid-19 sangat tinggi, bahkan bisa berujung kematian.

Dari informasi yang dihimpun Radar, muncul informasi keluarga pemilik toko di salah satu Jalan HZ Mustofa meninggal dunia akibat Covid-19.

Baca juga : Brimob Santuni Anak Yatim dan Bagikan Sembako ke Warga Ancol Cineam Tasik

Mereka sebelumnya melakukan wisata keluarga dengan menggunakan bus ke luar pulau Jawa.

Disebutkan bahwa empat anggota keluarga, secara satu persatu meninggal dunia karena efek dari virus asal Cina tersebut.

Ditambah beberapa kerabat lainnya, sudah jatuh sakit dengan gejala demam dan dirawat di rumah sakit.

Loading...

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat membenarkan informasi tersebut. Diakuinya ada keluarga yang meninggal setelah pulang berwisata dari luar daerah (pulau jawa, Red).

“Ada yang meninggal dunia dua orang, setelah dicek ternyata positif Covid-19,” ujarnya kepada Radar, Minggu (20/9).

Uus mengaku pihaknya kecolongan, karena saat dimintai keterangan oleh petugas, mereka mengaku perjalanan tersebut hanya diikuti keluarga kecil menggunakan mobil pribadi. “Tanpa diduga mereka berangkat secara rombongan, menggunakan bus yang jumlahnya bisa puluhan orang,” terangnya.

“Ini lah kenapa kita harap pasien Covid-19 benar-benar terbuka, jangan ada yang ditutup-tutupi apalagi berbohong,” tambahnya menekankan.

Untuk itu, kata Uus, pihaknya akan segera melakukan tracking lanjutan kepada keluarga dari pasien yang sudah meninggal tersebut. Sebab, mereka tidak hanya berdomisili di satu tempat. “Besok (hari ini, Red) kita kerja keras, keluarga besar itu tempat tinggalnya menyebar,” ujarnya.

Namun dari informasi yang diterima Radar, jumlah orang meninggal dunia dalam satu keluarga tersebut yakni sebanyak empat orang. Tetapi saat dikonfirmasi kepada Dinas Kesehatan, mereka mengaku baru menerima hasil konfirmasi sebanyak dua orang yang meninggal.

Di sisi lain, dalam dua hari terakhir pasien Covid-19 terus berguguran. Terdapat dua kasus pasien meninggal dan dimakamkan dengan protokol khusus pada hari Sabtu (19/9) dan Minggu (20/9).

Koordinator Sekretariat Gugus Tugas Kota Tasikmalaya, H Ucu Anwar mengaku mendapat koordinasi untuk penguburan jenazah. Keduanya dimakamkan di tempat pemakaman keluarga. “Karena permintaan dari keluarga, jadi dimakamkannya di tempat pemakaman keluarga,” tuturnya.

Namun, untuk informasi lebih lanjut, pihaknya enggan menjelaskan. Termasuk soal adanya informasi yang beredar di masyarakat tentang keluarga yang satu persatu meninggal akibat Covid-19. “Untuk yang itu saya tidak punya kapasitas untuk memberikan keterangan,” ujarnya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Kota Tasikmalaya sampai hari Minggu (20/9), jumlah pasien yang sedang ditangani ada 17 pasien yang dikarantina. Sejak awal September, jumlah kasus baru kian muncul dan beberapa di antaranya meninggal dunia.

Hal ini cukup disesalkan oleh Ketua 2 PC PMII Kota Tasikmalaya, Asep Kustiana. Dia pun mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. “Setidaknya dengan jaga jarak, cuci tangan dan penggunaan masker saat beraktivitas di luar,” tuturnya.

Di sisi lain, kebijakan dari pemerintah pun tutur berperan dalam pengendalian wabah Covid-19. Menurutnya, pemkot harus menutup tempat hiburan malam yang berpotensi menimbulkan penularan. “Karena sulit terkontrol juga kan, di ruangan karaoke orang bisa berdekatan dan terjadi penularan,” ujarnya.

Lanjut Asep, beroperasinya tempat hiburan tidak memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Terlebih cenderung menjadi ajang beberapa orang yang berfoya-foya dalam konteks yang negatif.

Baca juga : Kembali Berulah, Geng Motor Rusak Madrasah di Argasari Kota Tasik

“Sangat kontradiktif dengan visi Tasikmalaya yang religius,” tuturnya.Sedangkan sejak pandemi terjadi, dunia pendidikan seolah sekarat karena pola pendidikan diubah menjadi sistem daring. Semuanya mengakui bahwa sistem pendidikan tersebut kurang efektif.

“Dengan kondisi itu wajar jika masyarakat membandingkan antara karaoke dan sekolah yang tentu nilai manfaatnya berbeda jauh,” pungkasnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.