Pulang Wisata, Warga Kota Tasik Sekeluarga Positif Corona, Ini Hasil Tracing Dinkes..

1225
0
SWAB TEST. Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya melaksanakan tracking terhadap klaster keluarga yang baru pulang usai berwisata di beberapa tempat di wilayah Kecamatan Cihideung, Senin (21/9). foto-foto: Ist

TASIK – Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mulai melakukan tracking kepada klaster keluarga yang pulang berwisata.  Sementara ini, baru terdata ada sebagian orang dan dilakukan swab test.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat menyebutkan hasil tracking sementara baru tercatat ada 32 orang.

Baca juga : Terekam CCTV, Geng Motor Perusak Madrasah di Cieunteung Kota Tasik Diburu Polisi

Namun, pihaknya masih terus melakukan penelusuran sehingga potensi penambahan masih bisa terjadi.  “Besok (hari ini, Red) kita lanjut lagi, sementara baru 32 orang,” ujarnya kepada Radar, Senin (21/9).

Ke- 32 orang tersebut, kata Uus, sudah diperiksa dan diambil sampel swab-nya. Namun belum diketahui ada tidaknya dari mereka yang tertular oleh pasien Covid-19 sebelum meninggal dunia. “Mudah-mudahan tidak ada yang tertular, tapi kita lihat nanti hasil lab-nya bagaimana,” tuturnya.

Adapun kendala yang dihadapi, sambung Uus, terbatasnya jumlah petugas yang melakukan tracking dan pengambilan sampel swab test. Sehingga upaya tersebut, tidak bisa selesai dalam waktu sehari saja. “Tapi kita maksimalkan petugas yang ada, mudah-mudahan secepatnya selesai,” katanya.

Loading...

Proses tracking untuk warga yang kontak erat dengan pasien langsung dilakukan swab test, bukan sekadar rapid test. Hal itu guna mendapat keterangan yang lebih pasti soal kondisi mereka. “Karena alatnya juga mencukupi, jadi kita lakukan dengan tes PCR,” katanya.

Terpisah, Kabid Tibum dan Tranmas Dinas Satpol PP Kota Tasikmalaya, Yogi Subarkah mengatakan bahwa pelanggaran protokol kesehatan masih terus terjadi di masyarakat. Khususnya, penggunaan masker dan jam operasional tempat usaha. “Setiap hari ada saja temuan, total sudah lebih dari 2.000 pelanggaran,” ujarnya.

Disinggung adakah peningkatan pengawsan supaya pencegahan penularan Covid-19 lebih maksimal, pihaknya hanya bisa mengintensifkan patroli. Ada pun hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan tetap menunggu arahan Wali Kota Tasikmalaya. “Kita paling lebih menggiatkan patroli untuk mengingatkan dan menindak masyarakat,” ungkapnya.

Terkait klarifikasi berbohong soal perjalanan ke luar daerah, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Yusuf Ruhiman menilai tidak masuk unsur pidana. Namun, dia tetap meminta masyarakat supaya tidak menutup-nutupi dan bersikap kooperatif kepada petugas. “Ya harusnya jujur saja, demi kebaikan bersama,” katanya.

Ada pun pelanggaran pidana di tengah pandemi ini, kata dia, yakni mematuhi atau menghalangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sesuai pasal 93 UU nomor 6 tahun 2018. Selebihnya yakni tidak mematuhi arahan petugas soal kerumunan dan tindakan-tindakan perlawanan kepada petugas Gugus Tugas.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat harus berpikir ulang ketika ingin berwisata atau bepergian khususnya ke luar daerah. Karena risiko tertular Covid-19 sangat tinggi, bahkan bisa berujung kematian.

Dari informasi yang dihimpun Radar, muncul informasi keluarga pemilik toko di Jalan HZ Mustofa meninggal dunia akibat Covid-19. Mereka sebelumnya melakukan wisata keluarga dengan menggunakan bus ke luar pulau Jawa.

Disebutkan bahwa empat anggota keluarga, secara satu persatu meninggal dunia karena efek dari virus asal Cina tersebut. Ditambah beberapa kerabat lainnya, sudah jatuh sakit dengan gejala demam dan dirawat di rumah sakit.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat membenarkan informasi tersebut. Diakuinya ada keluarga yang meninggal setelah pulang berwisata dari luar daerah (pulau jawa, Red). “Ada yang meninggal dunia dua orang, setelah dicek ternyata positif Covid-19,” ujarnya kepada Radar, Minggu (20/9).

Uus mengaku pihaknya kecolongan, karena saat dimintai keterangan oleh petugas, mereka mengaku perjalanan tersebut hanya diikuti keluarga kecil menggunakan mobil pribadi. “Tanpa diduga mereka berangkat secara rombongan, menggunakan bus yang jumlahnya bisa puluhan orang,” terangnya.

“Ini lah kenapa kita harap pasien Covid-19 benar-benar terbuka, jangan ada yang ditutup-tutupi apalagi berbohong,” tambahnya menekankan.

Untuk itu, kata Uus, pihaknya akan segera melakukan tracking lanjutan kepada keluarga dari pasien yang sudah meninggal tersebut. Sebab, mereka tidak hanya berdomisili di satu tempat. “Besok (hari ini, Red) kita kerja keras, keluarga besar itu tempat tinggalnya menyebar,” ujarnya.

Baca juga : Pemenang Lomba Vlog BNN Kota Tasik Diumumkan Hari Ini..

Namun dari informasi yang diterima Radar, jumlah orang meninggal dunia dalam satu keluarga tersebut yakni sebanyak empat orang. Tetapi saat dikonfirmasi kepada Dinas Kesehatan, mereka mengaku baru menerima hasil konfirmasi sebanyak dua orang yang meninggal.

Di sisi lain, dalam dua hari terakhir pasien Covid-19 terus berguguran. Terdapat dua kasus pasien meninggal dan dimakamkan dengan protokol khusus pada hari Sabtu (19/9) dan Minggu (20/9). (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.