Pulihkan Ekonomi di Priangan Timur, BI Hadirkan Karya Terbaik UMKM

159
0
PAMERAN. Kepala KPwBI Tasikmalaya Darjana mendampingi Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman melihat karya bordir khas Tasikmalaya pada Pagelaran Kreasi Priangan Timur, kemarin. foto-foto: Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya
PAMERAN. Kepala KPwBI Tasikmalaya Darjana mendampingi Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman melihat karya bordir khas Tasikmalaya pada Pagelaran Kreasi Priangan Timur, kemarin. foto-foto: Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya

TASIK – Untuk mendorong pemulihan ekonomi Priangan Timur, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya bekerja sama dengan Pemda Se-Priangan Timur mempersembahkan Pagelaran Kreasi Priangan Timur (Priatim) secara virtual pada 19 – 24 Oktober 2020.

Opening ceremony digelar Senin (19/10) secara luring dan dihadiri Kepala Departemen Regional Bank Indonesia Dwi Pranoto, Komisi XI DPR RI, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman, Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih SIP MSi, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Aslim, Ketua Kadin Kota Tasikmalaya Deni Yunizar, Kepala OJK Tasikmalaya Edi Ganda Permana, Kapolres Kota Banjar AKBP Melda Yanni SIK MH dan tamu undangan lainnya.

TINJAU. Wali Kota Tasikmalaya, Kepala BI, Kepala OJK dan tamu lainnya meninjau cara pembuatan payung geulis.
TINJAU. Wali Kota Tasikmalaya, Kepala BI, Kepala OJK dan tamu lainnya meninjau cara pembuatan payung geulis.

Mengangkat tema Pesona Bordir Priangan, kegiatan ini pun menghadirkan berbagai kreasi bordir, batik, tenun, kelom geulis, kerajinan dan produk makanan dan minuman khas Priangan Timur.

Rangkaian kegiatan pun diisi dengan webinar, business matching, fashion show, lomba karya desain bordir, lomba artikel, fotografi dan vlog.

Kepala KPwBI Tasikmalaya Darjana mengatakan, sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi pihaknya menyelenggarakan Pagelaran Kreasi Priangan Timur.

“Semoga bisa membangkitkan optimisme UMKM, agar terus bergerak menjadi tangguh dan juara,” katanya kepada wartawan, Senin (19/10).

Tujuan kegiatan ini tidak hanya showcase atau fashion show UMKM melalui website www.pagelarankreasipriangantimur.com, juga sebagai ajang promosi produk unggulan dari Priangan Timur sehingga dapat mengedukasi pelaku UMKM lainnya agar dapat memperluas pasar dari regional hingga mancanegara.

“Pada website tersebut, masyarakat dapat melihat produk-produk UMKM binaan BI Tasikmalaya dan binaan Dekranasda Se-Priangan Timur, pembelian pun dapat dilakukan langsung di kanal-kanal tersebut,” tambahnya.

FASHION SHOW. Tamu undangan menyaksikan fashion show Pagelaran Kreasi Priangan Timur (Priatim) secara virtual.
FASHION SHOW. Tamu undangan menyaksikan fashion show Pagelaran Kreasi Priangan Timur (Priatim) secara virtual.

Selain pameran virtual, juga terdapat kegiatan webinar dengan berbagai topik menarik yang menghadirkan narasumber ternama.
Beberapa tema yang akan dibahas antara lain Peluang Bisnis Fashion Bordir, Berjualan Online di Masa Pandemi, Pengelolaan Keuangan, Akses Keuangan UMKM dan Industri Halal.

“Momentum ini diharapkan bisa mempercepat pemulihan ekonomi dan memperkuat mindset industri kreatif,” katanya.

Kemudian terdapat kegiatan business matching baik dari sisi penjualan maupun pembiayaan. Tak lupa juga fashion show bekerja sama dengan desainer nasional seperti Wignyo Rahadi, Malik Moestaram, Rya Baraba dan Rika Mulle yang akan menghadirkan karya-karya cantik kolaborasi antara tenun, batik dan bordir khas Tasikmalaya.

“Seperti karya desainer Rya Baraba di bordir Eva Dawalul, desainer Malik Moestaraman di bordir Mia Bordir, dan desainer Wignyo Rahadi di bordir Epi Siti Mudrikah,” ujarnya.

Ada juga berbagai perlombaan menarik dengan hadiah puluhan juta rupiah seperti Lomba Karya Desain Bordir, Lomba Artikel, Fotografi dan Vlog.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi Priangan Timur terutama sektor UKM agar bisa survive, bangkit kembali dan tetap optimis,” katanya.

Dalam showcase virtual menampilkan produk industri kreatif Priangan Timur dari kerajinan, Yolla Bordir, Raisa Bordir, Rumah Kayu Bordir, Mia Bordir, Dawalul Bordir, Kelom Geulis Sagitria, Batik Sukapura, Batik Agnesa, Kelompok Geulis Kinanti Galeri. Serta Dekranasda; Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran.

Adapun untuk makanan dan minuman ada Abon Rajawali, JS 38 Seroja Teteh dan Sale Akang, Gula Semut Sukapura, Naza De Coco, Sentra Reginang Banjar, Bakso Abda, Qini Bakery, Coba Cake, Shas Yoghurt.

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman apresiasi pagelaran ini, karena mempunyai tujuan strategis dalam mengangkat produk unggulan Priangan Timur. Salah satunya bordir sebagai ikon Kota Tasikmalaya. Dengan begitu mampu memberikan daya tarik dan meningkatkan motivasi serta meningkatkan produktivitas karena dibantu penjualannya lewat online.

“Kegiatan BI ini membantu UMKM sehingga mengantarkan Priangan Timur maju dan sejahtera,” ujarnya.

BORDIR MANUAL. Kepala KPwBI Tasikmalaya Darjana (kanan) dan muspida melihat cara pembuatan bordir manual.
BORDIR MANUAL. Kepala KPwBI Tasikmalaya Darjana (kanan) dan muspida melihat cara pembuatan bordir manual.

Senada, Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih SIP MSi mengatakan, pameran ini membantu produk kreatif unggulan Priangan Timur go Internasional. Khusus bisa mengangkat hasil kreasi makanan atau kerajinan dari Banjar, misal semprong, rangginang, ukiran kayu dan angklung.

“BI sudah melakukan pembinaan UMKM Kota Banjar dengan menjembatani pemasaran digital. Sehingga bisa membangkitkan UMKM lagi di kala pandemi,” ujarnya.

Kepala Departemen Regional Bank Indonesia Dwi Pranoto pada sambutannya menyampaikan, terdapat tiga kunci pengembangan UMKM di masa pandemi yaitu aglomerasi, sinergi dan digitalisasi.

Pertama, aglomerasi merupakan upaya memperkuat konektivitas UMKM pada industri nasional melalui korportasi UMKM untuk mendukung local dan global value chain.

Kedua, sinergi yang kuat berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan UMKM untuk menciptakan ekosistem yang mendukung usaha UMKM. Ketiga, digitalisasi untuk mempercepat usaha UMKM melalui digitalisasi pemasaran maupun digitalisasi pembayaran. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.