Puluhan ABG Jadi Korban Cabul, Kenal Lewat Media Sosial, Mengaku Bisa Beri Solusi

115
EKSPOSE. Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguana bersama Ketua P2TP2A Garut Hj Diah Kurniasih didampingi Kasat Reskrim Polres Garut AKP Maradona saat ekspose pelaku cabul di Mapolres Garut Rabu (15/5). (Yana Taryana / radartasikmalaya.com)

KARANGPAWITAN – Seorang pemuda pengangguran berinisial RGS (26) warga Desa Sukajaya Kecamatan Cisewu diduga mencabuli 20 anak baru gede (ABG). Aksi bejat pelaku terungkap setelah satu korban melaporkan perbuatannya ke polisi.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan pelaku mencari korbannya melalui media sosial facebook. Dalam berselancar, pelaku sengaja mencari korbannya yang masih satu kecamatan dengan pelaku.

“Setelah mendapatkan targetnya, pelaku lalu meminta para korban untuk menceritakan keluh kesahnya,” katanya saat ekspose di Mapolres Garut Rabu (15/5).

Setelah korban semakin dekat, pelaku lalu mengajak bertemu. Saat bertemu, pelaku menyebut bisa memberi solusi atas masalah yang diderita para korban yang rata-rata masih di bawah umur itu.

“Saat ketemu pelaku membuat korban untuk curhat soal masalahnya. Lalu menawarkan solusi,” katanya.

Solusi yang ditawarkan, yakni dengan menggelar ritual. Ada dua ritual yang bisa dipilih, yakni kias dan pangasal. Kias untuk menghilangkan kesialan dan pangasal agar kejiwaan korban seperti terlahir kembali.

“Tapi dua ritual itu ujungnya malah menyetubuhi korban. Katanya ritual itu diberikan ke korban untuk buang sial dan buka lembaran baru,” ujarnya.

Budi menerangkan untuk meyakinkan korbannya, pelaku ketika berkenalan dengan para korbannya dengan berbagai profesi, mulai dari guru ngaji, guru silat sampai dukun.

“Bermodal modus itu, pelaku berhasil mencabuli korbannya yang rata-rata masih pelajar. Rentang usianya dari 15 sampai 17 tahun,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, kini pelaku ditahan di Mapolres Garut dan dijerat dengan pasal 81 UU nomor 35 tahun 2014 tentang Memaksa Anak Melakukan Persetubuhan dan pasal 82 UU nomor 23 tahun 2014 tentang Tipu Muslihat atau Membujuk Anak Melakukan Perbuatan Cabul.

“Ancaman hukumannya 5 sampai 15 tahun penjara. Akan kami beri yang paling maksimal,” terangnya.

Sementara itu, terang Budi, para korban saat ini telah mendapat penanganan dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). “Kami juga masih membuka laporan bagi warga yang merasa menjadi korban,” terangnya.

Ketua P2TP2A Kabupaten Garut Hj Diah Kurniasih Rudy Gunawan akan memberi pendampingan kepada para korban. Para korban juga akan diberi terapi untuk memulihkan traumanya.

”Nanti ada trauma healing untuk korban dan orang tuanya. Kami akan datang ke Cisewu untuk bertemu korbannya langsung,” ucapnya.

Sementara itu, RGS, pelaku pencabulan, mengakui jumlah ABG yang digagahinya ada 20 orang. Tidak semuanya disetubuhi. Hanya delapan orang yang sampai berhubungan badan. “Sangat menyesal pak, saya tidak akan lagi-lagi,” terangnya. (yna)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.