Puluhan Orang Gangguan Jiwa di Kota Tasik Dibuatkan KTP Elektronik

130
0

KOTA TASIK – Sebanyak 24 Orang Dengan Gangguan jiwa (ODGJ) melakukan pemeriksaan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tasik, untuk dibuatkan KTP Elektronik, Kamis (05/03) siang.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tasikmalaya, Nana Rosadi mengatakan, pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan identitas para ODGJ.

Sebab, umumnya ODGJ tak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.

“Jadi kita periksa di Disdukcapil, kalau tidak ada identitasnya kita buatkan KTP,” kata dia kepada wartawan.

Terang dia, banyak ODGJ yang sebenarnya telah memiliki identitas setelah diperiksa. Beberapa di antara mereka bahkan berasal dari luar Kota Tasikmalaya.

Nana menjabarkan, dinas akan mencari dan menghubungi keluarga ODGJ yang memiliki identitas terkait keberadaan mereka.

Loading...

Namun, jika pihak keluarga tak mau lagi mengurus, ODGJ itu akan ditempatkan di yayasan yang bekerja sama dengan Dinsos Kota Tasikmalaya. “Kalau tidak diambil, kita rawat mereka. Gratis,” bebernya.

Sementara itu ODGJ yang belum memiliki identitas akan dibuatkan KTP elektronik.

Identitas itu dinilai penting agar para ODGJ dapat mendapatkan jaminan sosial dari pemerintah.

“Apabila sakit, akan memudahkan mereka mengakses layanan publik. Kalau ada apa-apa, dapat ditangani langsung. Karena itu kita berikan mereka KTP bekerja sama dengan Disdukcapil,” jelasnya.

Program ini adalah yang kali pertama dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya untuk para ODGJ.

Hingga saat ini, telah terdapat 43 ODGJ yang diperiksa identitasnya di Disdukcapil Kota Tasikmalaya.

Dinsos Kota Tasikmalaya menargetkan, pada 2020 dapat memfasilitasi sebanyak 170 ODGJ agar mendapat identitas.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Disdukcapil Kota Tasikmalaya, Entis Sutisna menuturkan, berkaca pada Undang-Undang, setiap warga berhak untuk dapat dokumen kependudukan.

Namun, tak semua penduduk bisa dijangkau oleh Disdukcapil.

Menurut dia, ODGJ adalah warga yang rentan dalam urusan administrasi kependudukan.

Artinya, mereka umumnya tak memiliki identitas atau KTP-el.

“Karena itu, Disdukcapil berkerja sama dengan Dinsos untuk mendata para ODGJ ini,” tuturnya.

Langkah pertama yang dilakukan untuk memeriksa indentitas para ODGJ, petugas Disdukcapil melakukan pengecekan biometrik kepada mereka.

Dari situ, terlihat catatan ODGJ yang telah memiliki identitas.

Entis menandaskan, beberapa ODGJ telah memiliki identitas saat diperiksa. Bahkan, beberapa berasal dari daerah lain. “Ada banyak yang sudah punya (identitas),” tandasnya.

Sementara untuk ODGJ yang belum memiliki identitas, Disdukcapil akan membuatkan Kartu Keluarga yang diikutkan kepada pengelola yayasan.

Setelah itu, para ODGJ juga akan diberikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan selanjutnya akan dibuatkan KTP-elektronik.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.