Puluhan Orang Tua & Anak Warga Mangkubumi Kota Tasik Keracunan Nasi Kuning

23
0
radartasikmalaya.com
Akibat puskesmas penuh, anak-anak dan orang tua yang keracunan nasi kuning dirawat di ruang SD. foto: rezza rizaldi/ radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Puluhan warga Kampung Cilangge Kelurahan Karikil Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, mendadak merasa mual dan muntah-muntah setelah menyantap nasi kuning. Ya Diduga meeka keracunan.

Informasi yang radartasikmalaya.com himpun hingga Kamis (08/10) siang, puluhan warga terus berdatangan ke Puskesmas Mangkubumi dan Puskesmas Karanganyar, Kawalu.

Tampak di lokasi seperti di kamar Puskesmas Mangkubumi sebanyak 8 kamar sudah penuh terisi warga yang keracunan.

Akhirnya, pihak kecamatan pun menggunakan ruang kelas SD sebagai lokasi perawatan.

radartasikmalaya.com
Seorang balita tampak digotong petugas untuk segera mendapat perawatan. rezza rizaldi/radartasikmalaya.com

Camat Mangkubumi, Dahlan AR membenarkan hal tersebut. Dahlan mengakui informasi sementara yang diterima pihaknya dan pihak Koramil 1203 Kawalu, keracunan massal ini terjadi sejak Rabu (07/10) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

“Jadi kemarin sore ada salah satu warga di sana yang merayakan ulang tahun anaknya yang baru berusia 7 tahun. Warga tersebut membuat nasi kuning,” ujarnya yang ditemui di Puskesmas Mangkubumi.

Loading...

Terang dia, acara ulang tahun itu dihelat kemarin sore tanpa memberitahu ke Gugus Tugas Kecamatan.

Warga tersebut membuat nasi kuning masak sendiri dan tak memesan dari katering.

“Yang diundang informasinya 100 orang, yang hadir 80 orang. Tapi yang tak hadir dianterin nasi kuningnya ke rumahnya masing-masing,” terangnya.

Dia menambahkan, warga yang keracunan mengalami mual dan muntah-muntah sejak semalam sekitar jam 23.00 dan jam 00.00 WIB.

“Tadi pagi mulai berdatangan ke puskesmas. Penanganan kami ditangani di Puskesmas Mangkubumi dan menggunakan dua ruangan SDN Puspasari,” tambahnya.

Jelas dia, sebagian warga juga ditangani di Puskesmas Karanganyar, Kecamatan Kawalu. Yang mengalami keracunan tak hanya orang tua, anak-anak pun ada.

“Hingga kini kami masih menangani warga yang keracunan. Ada yang sudah membaik tapi masih diinfus. Dan ada yang kondisinya lemas,” jelasnya.

Sementara itu terpantau mobil ambulans Puskesmas pun hilir mudik mengangkut korban keracunan ke lokasi sekolah agar mendapatkan perawatan intensif.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.