Puluhan Perahu di Pantai Santolo Garut Hilang & Rusak Disapu Banjir

97
0
MEMPERBAIKI. Dua nelayan di Pantai Santolo memperbaiki perahu yang rusak akibat terbawa banjir bandang Rabu (14/10). Yana Taryana / Rakyat Garut

CIKELET – Puluhan perahu nelayan di Pelabuhan Pantai Santolo Kecamatan Cikelet rusak dan hilang terbawa arus sungai saat banjir bandang yang terjadi Senin lalu (12/10).

Akibat kejadian tersebut, para nelayan mengalami kerugian hingga ratusan juta.

Baca juga : Banjir Bandang di 6 Kecamatan Garut Selatan, Ini Kata Perhutani..

Kerugian ditaksir besar karena selain perahu, mesin dan alat tangkap ikan hilang terbawa banjir.

“Ada 36 kapal yang terdampak. 15 di antaranya hilang tenggelam di tengah laut saat banjir bandang dari sungai datang,” jelas Pudin Marjoko, Ketua Rukun Nelayan Santolo kepada wartawan di Pantai Santolo Rabu (14/10).

Menurut Pudin, pelabuhan Santolo di Muara Sungai Cilautereun menjadi tempat sandar sedikitnya 750 kapal ikan nelayan. Saat banjir bandang datang pada Senin (12/10), ada ratusan kapal nelayan yang tidak melaut sedang sandar di pelabuhan.

Kapal-kapal nelayan tersebut, ditambatkan di pelabuhan, namun karena derasnya air, puluhan kapal hanyut ke laut. Sebanyak 15 di antaranya, menurut Pudin, tenggelam di tengah laut bersama peralatan di kapal seperti mesin, jaring hingga genset.

“Kalau dihitung kerugian bisa lebih dari 500 juta. Harga satu kapal saja sudah Rp 70 juta, belum jaring, mesin dan genset,” katanya.

Pudin mengaku kapal miliknya memang tidak jadi korban. Karena, saat kejadian tengah melaut dan baru akan kembali ke pelabuhan.

Para nelayan yang baru pulang melaut di pagi hari, tidak bisa masuk ke pelabuhan karena arus sungai besar. “Sebagian ada yang lepas jangkar di tengah, sebagian lagi ke pantai berlabuhnya, yang lepas jangkar di tengah baru bisa sore merapat ke pelabuhan,” katanya.

Sula (45), salah seorang nelayan di pelabuhan ikan Santolo mengungkapkan, meski saat kejadian dirinya melaut, kapalnya tetap mengalami kerusakan terdampak banjir bandang.

Karena, saat akan berlabuh di pantai, arus air dari muara kencang hingga membuat kerusakan ringan pada perahunya. “Paling beli tambang buat ngikat bagian kapal yang kendor, karena kemarin kena arus kencang dari muara,” katanya.

Sula yang tinggal di Kampung Mancagahar Desa Mancagahar Kecamatan Pamengpeuk ini mengaku harus merogoh kocek hingga ratusan ribu untuk memperbaiki kapalnya.

Namun, Sula masih merasa beruntung karena banyak rekannya harus mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah untuk memperbaiki kapalnya yang rusak.

“Ada yang bagian kapalnya patah, itu biayanya bisa sampai Rp 1 juta lebih buat betulinnya,” terangnya.

Baca juga : Bantuan untuk Korban Banjir Bandang & Longsor di Garut Selatan Berdatangan

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan BEncana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mengakui menerima laporan adanya kapal nelayan yang hilang karena terseret banjir bandang di pelabuhan Santolo.

“Kemarin kita nerima laporan ada 35 kapal yang keseret arus banjir bandang sampai ke tengah laut, sebagian memang bisa diselamatkan, sebagian lagi ada yang tenggelam,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.