Puluhan Santri Ponpes Darussalam Kersamanah Garut Di-Swab Test

278
0
istimewa SWAB TEST. Puluhan santri saat akan diambil sampel swab.

KERSAMANAH – Puluhan santri di Pondok Pesantren Darussalam Kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut menjalani tes swab Senin (20/7).

Swab test dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantren.

Ketua Tim Satgas Penanganan Covid-19 Pesantren Darussalam Ustaz Ervan Sofari menyebut ada 54 santri putra dan putri yang menjalani swab test yang digagas Dinas Kesehatan Kabupaten Garut itu.

Baca juga : 112 Warga Cilawu & Malangbong Garut di-Swab Test, Gegara Ini..

“Bukan karena ada yang positif, tapi memang lebih kepada langkah antisipasi saja,” ujarnya.

Ia menyebut dari ribuan santri yang mesantren, beberapa diantara ada yang berasal dari zona kuning dan merah.

Loading...

Mereka yang menjalani swab test, merupakan santri yang sebelumnya ditempatkan di tempat khusus setelah di-screening oleh puluhan ustaz saat datang ke pesantren.

“Memang saat datang langsung kita pisahkan dan ditempatkan di ruangan khusus. Belum boleh mengikuti kegiatan belajar mengajar. Untuk makan juga diantar langsung ke ruangan isolasi tersebut. Tadi mereka di-swab test. Mereka memang berasal dari zona kuning dan merah,” katanya.

Mereka yang menjalani swab test, kata dia, saat datang ke pondok sudah menyertakan hasil rapid test dan surat keterangan isolasi di rumah selama 14 hari yang ditandatangani diatas materai oleh orang tua, ketua RT, hingga RW setempat.

Namun saat datang ke pesantren, mereka tetap diisolasi di belasan ruangan yang sudah disiapkan oleh pihak pesantren.

Untuk santri yang datang dari zona hijau pun mereka diwajibkan membawa surat keterangan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari ditambah dengan surat keterangan sehat.

“Kami sangat ketat sebetulnya. Kalau tidak bawa surat itu, kami langsung suruh pulang lagi. Jangan sampai ada klaster pesantren di Garut,” ucapnya.

Baca juga : Pemkab Garut Siapkan Sarana AKB di Sekolah

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dr Leli Yuliani mengatakan swab test yang dilakukan kepada para santri di Garut sebagai langkah antisipasi.

“Kita lakukan swab test ini bertahap. Namun memang pada dasarnya, kegiatan tersebut dilakukan kepada mereka yang memiliki gejala atau memang dari zona kuning atau merah,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.