Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.3%

20.4%

8.1%

67.1%

Puluhan Warga Kota Tasik Minta Perbaikan Rumah

152
1
RUSAK. Dodoh Rodiyah sedang menunjukkan kondisi rumahnya yang rusak kepada Babinsa Mangkubumi Serma Ogi Hakiki, Kamis (27/8). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Sebagian masyarakat Kota Tasikmalaya masih menghuni rumah yang kondisinya rusak. Sementara program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dihentikan akibat refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

Salah satu rumah yang perlu perbaikan yakni milik Dodoh Rodiyah (44), warga Sambong Girang Kelurahan/Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

Petugas Badan Zakat Nasional (Baznas) Kota Tasikmalaya memberikan bantuan untuk perbaikan rumahnya, Kamis (27/8).

Baca juga : Satnarkoba Polresta Tasik Kali Ini Ciduk 2 Pengguna Ganja

Petugas Baznas Kota Tasikmalaya, Guntur Antariksa mengatakan sejak Januari sampai akhir Agustus 2020 ini, pihaknya sudah memberikan bantuan kepada 25 keluarga untuk pembangunan rumah. Mereka masuk dalam program kebencanaan.

“Bantuan hari ini (kemarin) adalah bantuan ke-25 untuk perbaikan rumah,” ungkapnya kepada Radar.

Menurutnya, bantuan yang diberikan jumlahnya variatif, bergantung pada tingkat kerusakan rumah. Beda dengan program RTLH dari pemerintah yang tentunya lebih berdasarkan kondisi kelayakan rumah, bukan kerusakan.

“Tergantung pengajuan, yang ibu Dodoh kita berikan Rp 5 juta karena sebagian material untuk perbaikan sudah ada,” terangnya.

Diakui Guntur, masih ada pengajuan-pengajuan rumah yang belum dipenuhi. Sebab bantuan tidak bisa diberikan begitu saja begitu muncul pengajuan. “Ada beberapa, masih kita proses,” katanya.

Kondisi rumah Dodoh sendiri, atapnya sudah rusak dimana sebagian gentengnya tidak ada. Kayu-kayu penahan pun sudah terlihat lapuk karena tergerus hujan.

Dodoh mengatakan kerusakan rumahnya terjadi secara bertahap sejak sekitar 2 tahun yang lalu. Semakin hari, kerusakannya semakin parah dan menimbulkan kebocoran. “Kalau hujan ya pakai wadah-wadah saja,” tuturnya.

Perempuan yang kesehariannya sebagai buruh serabutan itu tinggal bersama tiga anaknya. Mereka tidak ada yang bekerja karena efek pandemi Covid-19.

Baca juga : Persiapan KBM Tatap Muka, 90 Guru SMAN 5 Kota Tasik Ikut Swab Test Massal

“Yang bungsu masih sekolah, ada yang sudah bekerja tapi lagi enggak karena Covid-19,” katanya.

Beberapa waktu lalu, Sekda Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan mengatakan program RTLH untuk tingkat Kota Tasikmalaya dihentikan. Pasalnya, anggarannya dialihkan untuk penanganan Covid-19. “Kalau untuk kota enggak ada, tapi enggak tahu kalau dari provinsi dan pusat,” katanya. (rga)

loading...

1 KOMENTAR

  1. Di cibogor hilir ada rumah tidak layak huni punya ma ukay belakang pesantren AL_Anurjarnauziah..Tolong bantu dong🙏🙏🙏

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.