Puncak Kemarau Hingga September

154
0
Ilustrasi

Meski Kota Tasikmalaya sempat diguyur hujan belakangan ini, tetapi kebutuhan air masyarakat di sejumlah titik terus terjadi. Bahkan sampai saat ini, 15 tangki masing-masing berkapasitas 5 ribu liter sudah terdistribusi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya Ucu Anwar menyebut air tersebut disalurkan ke 4 kecamatan, yakni Cipedes, Kawalu, Tamansari dan Purbaratu. “Pendistribusian air bersih tersebut didasari permintaan warga yang kemudian disurvei tim,” ucapnya kepada Radar, Senin (8/7).

Distribusi air dilaksanakan sesuai permintaan yang masuk secara berjenjang. Penyaluran baru dapat dilakukan ketika ada permintaan melalui kelurahan, kecamatan dan melapor ke BPBD. Namun, lanjut dia, jika warga benar-benar merasa perlu bantuan air bersih secepatnya, mereka bisa melapor langsung ke BPBD untuk pendistribusian air bersih. “Jadi nanti urusan administrasinya kita lakukan belakangan, sebab ketika urgen harus segera ditangani ya kita sigap,” kata dia.

Sejauh ini, kata Ucu, dalam pendistribusian pihaknya tidak banyak mengalami kendala. Hanya saja warga yang menjadi sasaran pendistribusian air terkadang seperti kurang siap menerima bantuan. Seharusnya warga menyiapkan wadah besar dalam menampung air bersih yang didistribusikan BPBD. Supaya pendistribusian bisa dilaksanakan cepat, untuk mengejar titik lain yang juga membutuhkan air bersih. “Selama ini, warga hanya bawa ember atau jerigen. Jadi proses distribusi agak lama,” tuturnya.

Dia menambahkan warga harus bisa mengelola kebutuhan air sendiri. Mengingat sesuai prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau Tahun 2019 diprediksi baru berakhir Oktober mendatang. “Dari surat edaran BMKG puncak itu antara Agustus dan September, berakhir di Oktober 2019,” ujar dia memaparkan.

Berdasarkan data BPBD, setidaknya terdapat 1.027 titik potensi kekeringan yang tersebar di 50 kelurahan, sembilan kecamatan, Kota Tasikmalaya. Sekitar 56.499 Kartu Keluarga (KK) atau 189.660 jiwa berpotensi terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini. “Turunnya hujan beberapa hari belum tentu membatalkan musim kemarau,” kata Koordinator Pusdalop PB BPBD Kota Tasikmalaya Harisman.

TERDAMPAK 100 DAERAH

Kemarau ekstrem yang melanda Indonesia telah mengakibatkan sejumlah daerah mengalami kekeringan. Sedikitnya 100 kabupaten/kota terdampak kekeringan di musim kemarau tahun ini.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), 100 kabupaten/kota yang mengalami kekeringan tersebar di Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Data tersebut diperoleh saat rapat koordinasi Kementan dengan lintas sektoral Dinas Pertanian Kabupaten, Dinas PU Kabupaten serta Kodim di wilayah terdampak kekeringan guna memitigasi dan mengadaptasi kekeringan.

“Sebagian besar wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara sudah tidak mengalami hujan lebih dari 30 hari. Terdapat lebih kurang 100 kabupaten/kota yang terdampak kekeringan,” kata Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Sarwo Edhy Wibowo dalam rakor Kementan di Kantor Pusat Kementan Jakarta, Senin (8/7).

Disebutkannya, total luas wilayah yang mengalami kekeringan musim kemarau 2019 mencapai 102.746 hektare (ha). Sedangkan lahan pertanian yang telah ditanami padi dan berujung puso seluas 9.358 ha.

“Jawa Timur menjadi provinsi dengan wilayah paling luas terdampak kekeringan, yaitu mencapai 34.006 ha dengan puso 5.069 ha. Kemudian, Jawa Tengah dengan luas kekeringan mencapai 32.809 ha dengan puso 1.893 ha, Jawa Barat 25.416 ha dan puso 624 ha. Selanjutnya, Yogyakarta luas kekeringan mencapai 6.139 ha dengan puso 1.757 ha, Banten kekeringan 3.464 ha, NTB 857 ha, serta NTT 55 ha dengan puso 15 ha,” rincinya.

Dikatakannya pula, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan dini terkait kemarau ekstrem tahun ini. “Diperkirakan kemarau akan terjadi sampai September dan puncaknya pada Agustus,” pungkasnya. (igi/ fin/gw)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.