Satu KTP Elektronik Dihargai Rp 100 Ribu

Pungli, Dua Pegawai Disdukcapil Kabupaten Ciamis Ditangkap

148
0
PUNGLI KTP-EL. Suasana di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis usai OTT pungli KTP-el oleh Polda Jabar dan Polres Ciamis, Rabu (15/5).

CIAMIS – Polda Jawa Barat dan Polres Ciamis melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua tenaga honorer berinisial M dan S di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis, Rabu (15/5) sekitar pukul 12.30.

Seorang perempuan dan lelaki itu diduga melakukan pungutan liar (pungli) pengurusan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) untuk persyaratan paspor berangkat haji.

Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto SIK membenarkan ada penangkapan dua tenaga honorer di Disdukcapil terkait pungli KTP-el.

Namun, dia belum bisa mengungkapkan identitas pelaku dan jumlah uang pungli. OTT ini dilakukan oleh Polda Jabar dan Polres Ciamis.

“Saat ini kedua orang itu lagi diklarifikasi dulu oleh Polda Jabar, namun hasilnya apa nanti akan diserahkan ke Polres Ciamis atau tidak,” tutur dia kemarin.

Pungli itu berawal ketika ada orang yang ingin membuat KTP-el untuk kebutuhan paspor berangkat haji. KTP-el yang bersangkutan hilang. Karena harus bikin ulang, petugas Disdukcapil itu meminta uang tambahan sebesar Rp 100 ribu untuk satu KTP-el.

“Intinya pungli dan masih dihitung kerugiannya serta masih menunggu hasil pemeriksaan Polda Jabar dulu,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis Agus Ali Akbar enggan memberikan penjelasan detail terkait OTT anak buahnya itu saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Kepada Radar, dia mengaku baru pulang dinas dari luar dan tidak tahu menahu soal OTT. “Sementara seperti itu, kurang tahu,” ujar dia. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.