Beranda Pangandaran Pungut Sampah Menjadi Cara Tagana Kabupaten Pangandaran Merayakan HUT Ke-14

Pungut Sampah Menjadi Cara Tagana Kabupaten Pangandaran Merayakan HUT Ke-14

81
BERBAGI
BERSIH-BERSIH. Puluhan anggota Tagana Pangandaran mengadakan aksi bersih-bersih pantai dalam rangka HUT Tagana ke-14, Selasa (27/3). (Nana Suryana / radartasikmalaya.com)

SAMPAH kerap menjadi masalah yang dikeluhkan warga dan wisatawan di Pantai Pangandaran. Terlebih lagi, kawasan perairan Pangandaran banyak dikelilingi muara sungai sebagai salah satu penyumbang sampah laut terbesar. Setiap musim hujan, hampir sepanjang pesisir pantai dipenuhi sampah kiriman dari sungai.

Kondisi tersebut membuat para relawan Tagana terketuk. Bersama para pelaku wisata, mereka pun bergerak untuk meminimalkan dampak sampah yang tercecer di pantai. “Kami sangat prihatin dengan kondisi banyak sampah. Tidak boleh dianggap sepele. Karena sampah juga bisa menjadi faktor penyebab bencana,” tutur Komar Heryadi, pengurus FK Tagana Kabupaten Pangandaran saat berbincang dengan Radar, Senin (26/3).

Dalam rangka memperingati HUT Tagana ke-14, 24 Maret 2018, Forum Koordinasi Tagana Kabupaten Pangandaran mengajak puluhan anggotanya turun ke pantai. “Anggota kami sebanyak 61 orang. semua diwajibkan turun ke pantai untuk melakukan aksi bersih pantai,” ungkapnya.

Kegiatan bersih-bersih juga melibatkan para pelaku wisata dan komunitas. “Kita mengajak semua pihak, termasuk para pelaku wisata seperti pemandu wisata, fotografer pantai dan rekan-rekan komunitas motor dan lainnya,” ujar dia.

Pihaknya berharap aksi tersebut bisa menjadi contoh positif dan dapat dilakukan berkelanjutan. “Kita harus menjaga agar lingkungan kita tetap bersih. Apalagi Pangandaran sebagai tempat wisata. Esensinya bukan hanya memungut sampah saja. Tapi bagaimana menyadarkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” papar dia.

Sampah yang dibuang ke sungai akan bermuara di laut dan merusak kehidupan biota laut. “Kalau banyak sampah ikan sulit berkembang biak. Terumbu karang pun sebagai tempat berkembang biak ikan bisa mati,” ungkapnya

Sampah di sungai pun dapat berpotensi mengakibatkan banjir karena menyumbat aliran sungai. “Mulai hari ini mari kita bersikap adil terhadap alam. Menjaganya tetap lestari dan tidak mencemari atau merusaknya agar kita juga terhindar dari dampak buruknya,” ajaknya. (*)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.