Punya 4 Sektor Usaha & 42 Unit Bisnis, Ponpes Idrisiyyah Tasik Masuk Pesantren Unggulan

156
0
MASUK NOMINASI. Ketua Kopontren Idrisiyyah Ahmad Tazakka Bonanza SPd MM (kiri) bersama Ustaz Adang Nurdin MS MPd mengikuti in-depth interviews secara virtual usai masuk nominasi pesantren unggulan, Kamis (1/10). ISTIMEWA

CISAYONG – Pesantren Idrisiyyah masuk pada nominasi pesantren unggulan 2020 di Indonesia regional Jawa dengan nominatornya adalah Bank Indonesia. Pesantren Idrisiyyah bersama nominasi lain di Pulau Jawa akan melewati proses in-depth interviews oleh Dewan Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) BI untuk menentukan pesantren terunggul.

Ustaz Ahmad Tazakka Bonanza SPd MM sebagai ketua Kopontren Idrisiyyah mengatakan, ajang nominasi pesantren terunggul ini merupakan rangkaian kegiatan FESyar 2020 yang terdiri dari 2 even utama yakni Syari’a Economic Forum dan Shari’a Fair.

“FESyar ini digelar dengan tujuan mengintegrasikan pengembangan sektor keuangan dengan perekonomian sektor riil di Indonesia dan pesantren merupakan basis-basis perekonomian sektor riil yang berkontribusi banyak terhadap perekonomian Indonesia,” ujarnya kepada Radar, Senin (5/10).

Dia menyebutkan untuk in-depth interviews telah dilakukan dengan platform online pada Kamis (1/10) yang lalu. Ia mewakili Pesantren Idrisiyyah didampingi Ustaz Adang Nurdin MS MPd sebagai Direktur SDMU Tarekat Idrisiyyah memenuhi undangan DEKS BI untuk menjadi pembicara dalam interview ini.

“Kami secara bergantian memaparkan sejarah dan program-program dakwah di Pesantren Idrisiyyah serta program ekonomi yang dijalankan di Pesantren Idrisiyyah,” ungkapnya.

Lanjut dia, terkait nominasi Pondok Pesantren Idrisiyyah bisa menjadi salah satu pesantren percontohan atau unggulan di Pulau Jawa. “Ini adalah kepercayaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan perekonomian di pondok pesantren,” katanya.

Loading...

“Artinya perjuangan tim pengurus dan atas arahan pimpinan untuk terus meningkatkan ekonomi umat melalui pergerakan dan usaha-usaha di pesantren diperhatikan oleh pemerintah bahkan menjadi inspirasi bagi pondok-pondok yang lainnya,” ucapnya.

Dia menyebutkan, tentu tantangan kita ke depan dengan adanya pandemi dan revolusi Industri 4.0 ini tantangan besar harus disikapi juga dihadapi dengan strategi-strategi yang tepat.

“Insyaallah ke depan koperasi di Idrisiyah akan terus berkarya memberikan kerja-kerja yang nyata termasuk memperbesar dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan harapan, lanjut dia, ke depan ekonomi di Ponpes Idrisiyyah bukan hanya internal pesantren, tapi berdampak luas bagi masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya.

Memang di pondok pesantren Indonesia ini didirikan tahun 1932 dan sejak tahun 80-an sudah memiliki ciri khas, salah satunya dengan menerapkan atau memiliki semangat berwirausaha atau semangat kemandirian ekonomi pondok pesantren.

“Sehingga, alhamdulillah perjalanan tersebut membuat Pondok Pesantren Idrisiyyah hari ini memiliki bidang-bidang usaha. Di antaranya bidang usaha terbagi menjadi empat sektor besar,” kata dia.

Terang dia, yang pertama adalah sektor keuangan syariah, di mana memiliki BMT dengan 4 kantor kas atau 4 kantor cabang, baik itu di Jakarta maupun di Tasikmalaya. Ini untuk melayani kebutuhan keuangan atau finansial syariah bagi umat dan jemaah Idrisyyiah.

Kemudian, memiliki sektor perdagangan seperti Qini Mart yang sudah dikenal di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Sejauh ini ada 10 cabang dan diharapkan tahun ini terus bertumbuh, termasuk dari sisi omzetnya bisa semakin berkembang.

Sektor selanjutnya, kata dia, memiliki tambak udang di Pantai Selatan Cipatujah. Itu bagian dari karya besar bahwa pihaknya ingin memberdayakan potensi daerah, khususnya di pesisir selatan yang memang perlu diperbaiki kesejahteraan masyarakatnya.

“Kemudian ada juga sektor usaha kecil dan menengah atau mikro usaha kecil menengah. Pihaknya memiliki beberapa rumah makan kolam ikan dan juga sektor lainnya yang memang terus tumbuh. Inilah 4 sektor yang totalnya hari ini kurang lebih ada 42 unit bisnis dengan 4 sektor tersebut,” ujarnya. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.