Pupuk Bersubsidi di Pangandaran untuk Petani Pemilik Lahan Kurang dari 2 Ha

83
0
PESAWAHAN. Pupuk bersubsidi hanya untuk petani dengan lahan di bawah 2 hektar. Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
PESAWAHAN. Pupuk bersubsidi hanya untuk petani dengan lahan di bawah 2 hektar. Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
Loading...

PANGANDARAN – Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran menegaskan bahwa pupuk bersubsidi hanya untuk para petani yang memiliki lahan di bawah 2 hektare.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Aep Haris mengatakan, bahwa petani yang punya lahan di atas 2 hektare tidak boleh membeli pupuk bersubsidi. “Dilarang keras,” ungkapnya kepada Radar, Jumat (27/11).

Kata dia, pupuk bersubsidi ini jelas bukan untuk petani yang lahannya luas. “Kasian untuk para petani yang lahan sawahnya terbatas,” ungkapnya.

Ungkap dia, bisa jadi pupuk subsidi langka disebabkan oleh stok yang harusnya dibeli oleh petani di bawah 2 hektar, malah dibeli oleh mereka yang tidak berhak. ”Atau yang dari daerah lain malah beli di Pangandaran, jadinya langka,” ujarnya.

Padahal, usulan kuota untuk pendistribusian pupuk bersubsidi yang dialokasikan ke Kabupaten Pangandaran sudah sesuai dengan kebutuhan.

Loading...

“Banyak penyebab yang mengakibatkan langkanya pupuk bersubsidi di masyarakat, tidak hanya soal kuota,” katanya.

Baca juga : 800 PTPS Pangandaran Jalani Rapid Test

Usulan kebutuhan pupuk bersubsidi ada tahapannya yaitu melalui Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) dan direalisasikan berdasarkan usulan.

“Fenomena lainnya juga terjadi karena teknis transaksi yang semula manual dan kini menggunakan Kartu Tani,” paparnya.

Dijelaskan Aep, pihaknya sudah menyosialisasikan soal Kartu Tani ke masyarakat sejak tahun 2017, namun banyak kendala di lapangan yang belum paham soal Kartu Tani.

“Jumlah petani berdasarkan data dari BPS tercatat 85.000 sedangkan yang berhasil melakukan registrasi Kartu Tani hanya 30.000, kejadian ini menunjukkan bahwa ada kendala saat transisi teknis transaksi,” jelasnya.

Diterangkan Aep, alokasi pupuk bersubsidi untuk kebutuhan tahun 2020 di Kabupaten Pangandaran di antaranya Urea sebanyak 14.111 ton, ZA sebanyak 184 ton, NPK sebanyak 7.258 ton, SP36 sebanyak 1.249 ton, Organik sebanyak 2.188 ton. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.