Pupuk Organik, Solusi Tangani Sampah

138
0
ABADIKAN. Asep Rahmat berada di tempat pengolahan sampah yang dikelola Koperasi Dangiang.

WANARAJA – Sedianya sampah selalu menjadi problem masyarakat. Namun bagi anggota koperasi Dangiang di Kampung Cikole Desa Wanasari Kecamatan Wanaraja justru menjadi berkah.
Pasalnya para anggota Koperasi Dangiang mampu mengolah tumpukan sampah organik pasar dan rumah tangga yang berada di wilayahnya menjadi dua produk alami sekaligus tepat guna.
“Istilahnya back to nature, sudah murah hasilnya melimpah,” ujar Asep Rahmat (60), ketua Koperasi Dangiang kepada wartawan saat ditemui di pabriknya, Jumat (22/12).
Menurut dia, para anggotanya terpanggil mengolah sampah menjadi produk bermanfaat, karena melimpahnya sampah yang berada di sekitar koperasi yang berdekatan dengan Pasar Rakyat Wanaraja.
Dalam prosesnya, kata dia, sampah yang dikumpulkan dipilah menjadi dua bagian. Jika sampah plastik diubahnya menjadi bahan bakar minyak (BBM) sintetik dengan niilai oktan baik. Sedangkan sampah organik didaur ulang menjadi pupuk organik bernutrisi tinggi.
Khusus produk pupuk, lanjut dia, koperasi ini bahkan telah berkampanye sejak tahun 2000 lalu menggunakan pupuk organik. Upaya ini dilakukan sekaligus menyadarkan petani sekitar agar meninggalkan pupuk kimia. “Sudah ada tiga desa di Kecamatan Wanaraja yang beralih ke pupuk organik secara total,” kata dia.
Selain itu, kata dia, keluhan ayahnya sebagai petani yang selalu meradang saat panen tiba, menjadi awal mula gerakannya untuk menghasilkan produk pupuk organik yang ia hasilkan. “Istilahnya satu sisi ada yang diuntungkan yakni perusahaan pupuk, sementara petani malah semakin rugi,” ujarnya.
Berangkat dari kondisi itulah, sejak 1999 lalu, dirinya bersama anggota koperasi lainnya mulai bergerak mengolah sampah organik pasar dan rumah tangga menjadi pupuk berkualitas.
Awalnya ia hanya coba-coba untuk kalangan internal anggota koperasi. Namun setelah menunjukkan hasil signifikan, baru melangkah untuk mencobanya dengan petani sekitar koperasi.
“Bukan hanya menanggulangi limbah sampah, tapi sekaligus pengendalian lingkungan,” ungkapnya.
Kini 18 tahun sudah koperasi ini berjalan, selain menghasilkan produk ramah lingkungan, koperasi peduli lingkungan ini, mampu memberikan pemahaman petani untuk kembali menggunakan produk yang bersahabat dengan alam. “Mari kita tinggalkan produk yang merusak lingkungan,” ujar dia. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.