Pupuk Phonska Bersubsidi di Ciamis Langka, Begini Kata Distributor..

134
0
Loading...

CIAMIS – DPRD Kabupaten Ciamis akan membahas dan mencari jalan keluar tentang kesulitan pupuk bersubsidi yang dialami para petani di Kecamatan Tambaksari.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Ciamis Erik Krida Setia ST mengaku telah menerima koordinasi dari anggota DPRD Ciamis Dapil IV Angga Nugraha soal para petani yang kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi di Kecamatan Tambaksari.

Dalam waktu dekat, kata Erik, pihaknya akan memanggil beberapa pihak terkait kelangkaan pupuk tersebut. Seperti akan memanggil Dinas Pertanian Ciamis dan distributor pupuk. Dewan akan meminta kejelasan kedua belah pihak mengenai kelangkaan pupuk tersebut.

“Karena ini harus ada penjelasan kenapa sampai terjadi seperti itu, sementara di wilayah lain ada, toh di Kecamatan Tambaksari kosong pupuk Phonskanya,” ujarnya saat dihubungi Radar, Kamis (10/12/2020).

Anggota DPRD Ciamis Dapil IV Angga Nugraha menyampaikan bahwa pihaknya telah koordinasi dengan distributor dan Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis. Menurutnya, kelangkaan pupuk Phonska di Kecamatan Tambaksari karena ada ketimpangan jumlah usulan Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dengan kuota yang diberikan.
Di Kecamatan Tambaksari, kata dia, kuota untuk pupuk Phonska hanya 600 ton lebih, padahal kebutuhannya itu 1.014 ton.

Loading...

“Jadi dikirimnya hanya 600 ton artinya kuota yang tidak memenuhi dengan yang diusulkan RDKK,” papar Angga yang juga Sekretaris Komisi C Kamis pagi (10/12).

Faktor kedua, kata Angga, yaitu adanya keterlambatan pengiriman pupuk. Menurutnya, petani sudah meminta dikirim pupuk pada masa tanam, namun pupuk belum dikirim sampai sekarang. Padahal awal bulan Desember sudah banyak petani yang akan melakukan pemupukan kedua.

Baca juga : Petani di Ciamis Kesulitan Dapat Pupuk Phonska

Menurut Angga, jatah kuota pupuk Phonska untuk Tambaksari masih ada 27 ton. Tetapi pupuk belum juga datang. Padahal sudah dipesan­kan sejak akhir No­pember 2020 dengan alasan mereka sudah mengirim hampir 100 persen kuota .

“Nah masih sisa 27 ton untuk Tam­baksari. Nah itu sudah diminta sisanya walau memang tidak cukup, namun anehnya tidak dikirimkan sampai sekarang,” ujar Angga.

Menurutnya, para petani sudah menyiapkan uang untuk menebus pupuk tersebut. Namun sampai saat ini, petani masih harus menunggu, karena pupuk tersebut belum tiba.

“Walau memang yang 27 ton itu berkurang, tapi minimal mengurangi kelangkaan. Nanti Dinas (Pertanian) bisa mengajukan perubahan atau pengajuan alokasi,” ujar anggota legislator ini.

Untuk mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut, kata Angga, Komisi B DPRD Ciamis akan menindaklanjutinya di rapat kerja. Termasuk dalam rapat kerja itu akan dicari titik pangkal atau benang merah dari permasalahan tersebut.

“Jujur sebelum saya jadi anggota dewan dua periode, (saya) mantan PPL, baru kali ini kekosongan pupuk di Tambaksari yakni pupuk Ponska di pengecer resmi,” ujarnya.

Angga menerangkan bahwa pupuk Phonska non subsidi di pasaran memang banyak, namun harganya mahal. Sedangkan yang subsidi langka.

“Ini yang kami khawatirkan itu terancamnya ketahanan pangan, makanya ini tidak bisa main-main sebetulnya,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi tentang kelangkaan pupuk di Kecamatan Tambaksari, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis S Budi Wibowo hanya menjawab via WA. Dia mengarahkan Radar kepada kepala bidang dan kepala seksinya. “Karena saya lagi ada acara,” singkatnya.

Pun saat Radar, melakukan konfirmasi kepada Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis Ma’mun juga tidak memberikan jawaban. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.