Pupuk Subsidi Langka, Dewan Ciamis Panggil Dinas

65
0
ilustrasi

CIAMIS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis akan memanggil Dinas Pertanian untuk menanyakan kekosongan pupuk Ponska yang terjadi di beberapa kecamatan, Senin (14/12).

Hal itu untuk mencari solusi dan menyelesaikan permasalahan yang menyulitkan para petani.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Ciamis Erik Krida Setia ST mengatakan, pihaknya akan segera memanggil Dinas Pertanian dan berbagai pihak termasuk distributor untuk meminta keterangan terkait kelangkaan pupuk.

“Upaya kami memanggil dan meminta kejelasan bagaimana sampai langkanya pupuk bersubsidi di Ciamis, apalagi terjadi hanya di beberapa daerah saja,” ucapnya kepada Radar, kemarin.

Baca juga : Umat Islam Ciamis Siap Serahkan Diri Polda Metro Jaya Sebagai Pelaku Kerumunan

“DPRD belum mengetahui seperti apa penyebab kelangkaan pupuk. Kemudian, masyarakat atau dalam hal ini petani harus mengetahui alasannya, sehingga tidak bertanya-tanya. Kemudian mencari jalan tengah untuk menyelesaikan persoalan ini,” katanya.

Terpisah, Gapoktan Layangsari Desa Sukasari Kecamatan Tambaksari Hadis Dede Sudrajat mengatakan, pihaknya menyambut baik langkah DPRD Ciamis yang memanggil Dinas Pertanian dan distributor pupuk untuk meminta kejelasan kekosongan pupuk di beberapa daerah.

Karena petani akan ikut aturan yang ada, namun pada intinya pupuk saat diperlukan harus benar-benar ada, jangan sampai kosong terus.

“Kami ingin ada solusinya pupuk harus tetap ada, karena tanaman perlu pemupukan. Kalau tidak ada pupuk tanaman kami jelek dan hasilnya malahan ancam ketahan pangan nantinya,” ujarnya.

Kata dia, kemungkinan besar kelangkaan pupuk ini terjadi karena pada tahun ini ada program baru yang disebut Kartu Tani. Di mana para petani harus menggunakan kartu tersebut untuk membeli pupuk.

“Jadi ini dalam tahap uji coba, namun para petani itu ditekan menggunakan Kartu Tani. Sedangkan masyarakat Kecamatan Tambaksari misalkan ada lima ribu hak penerima Karu Tani, tapi baru 2.000 orang yang mendapatkan kartunya. Jadi uji coba ini malah menyengsarakan,” katanya.

“Seharunya yang tidak punya Kartu Tani atau belum terdaftar, yang penting orang tersebut sudah  terdaptar di Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) tetap bisa mendapatkan pupuk walaupun belum memegang Kartu Tani,” paparnya

Kata dia, pihaknya juga heran dengan kondisi saat ini. Karena, sebelum ada program Kartu Tani pupuk itu masih murah, sedangkan ada kartu malahan menjadi mahal.

“Sebelum ada Kartu Tani, ponska itu jatuhnya Rp 115.000 per 50 kilogram untuk sekarang Rp 125 per 50 kilogram. Sedangkan urea harga eceran tertinggi Rp 90.000 per 50 kilogram sedangkan sekarang sampai Rp 150.000,” katanya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.