Pusat Badai di Pangandaran Hoax

171
0
Nana Suryana / Radar Tasikmalaya BERSANDAR. Perahu nelayan saat bersandar di Pantai Timur Pangandaran.

PANGANDARAN – Berita bohong (hoax) kembali beredar di media sosial dan grup WhatsApp serta BlackBerry Messenger terkait pusat badai Cempaka berada di Pangandaran. Informasi menyesatkan tersebut langsung dibantah Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKB) Kabupaten Pangandaran.
“Kami pastikan itu hoax, pusat badai berada di tengah laut, bukan di Pangandaran,” tutur Manager Pusdalops PB Nana Sukarna kepada Radar, kemarin (1/12).
Informasi yang dihimpun Radar, broadcast melalui media sosial tersebut dengan cepat menyebar di kalangan warga. Berikut isi pesan berantai tersebut. “Bewara !!! (copas dari BPBD Jabar) Buat warga Bandung, Ciamis, Majalengka, Cirebon, dsk. diperkirakan jam 12 siang ini angin kencang 19km/jam. Kalau di Jakarta nanti sore diperkirakan 27km/jam. Pusat badai Cempaka ada di Pangandaran. Buat yang sedang di jalan harap berhati2.(BPBD – Jabar).”
Nana mengatakan pihaknya sudah mengklarifikasi ke BPBD Provinsi Jawa Barat. “Sesuai hasil koordinasi kami, BPBD Provinsi Jabar tidak pernah mengeluarkan statement seperti yang beredar di media sosial. Mohon bijak dalam menerima atau menyebarluaskan informasi,” ungkapnya.
Dani (39), salah seorang pelaku wisata menyesalkan menyebarnya berita hoax tersebut. “Itu kerjaan orang-orang tidak bertanggung jawab. Entah dari mana asalnya yang jelas akan banyak merugikan. Apalagi untuk masyarakat Pangandaran yang hidup dari dunia pariwisata, dampaknya akan besar buat kami,” papar dia.
Ia berharap masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial. “Sampai hari ini (Jumat) Pangandaran tetap aman, tidak ada badai apapun,” ujarnya.
Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran Ruspandi juga menyesalkan beredarnya informasi hoax. Menurutnya, pariwisata akan terkena imbas menurunnya kunjungan wisatawan. “Hoax itu terasa sekali dampaknya. Waktu bencana banjir longsor beberapa bulan lalu saja, sampai sekarang masih terasa, penginapan sepi karena banyak beredar hoax. Padahal pantai aman dan tidak terpengaruh,” tutur dia. (nay)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.