Pusat Jajanan Mambo Kuliner Dibubarkan, Begini Kata Sekda Kota Tasik

4524
2
Tim Gugus Tugas dari Polresta Tasikmalaya Kota saat memberikan imbauan kepada pengunjung Mambo Kuliner, Sabtu (26/09) malam. istimewa for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan, membenarkan bahwa Sabtu (26/09) malam tim patroli membubarkan kerumunan massa di Mambo Kuliner.

Kata Ivan, langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus yang belum ada obatnya.

Pasalnya, kasus positif Covid-19 di Kota Tasik terus bertambah setiap harinya.

“Prinsipnya itu (pembubaran Mambo Kuliner, Red) adalah langkah dari tim patroli untuk terus memonitor aktivitas masyarakat yang dikhawatirkan protokol kesehatannya tak bisa dipenuhi,” ujar Ivan kepada wartawan, Minggu (27/09) sore.

Terang Ivan, karena hal tersebut apalagi kondisi saat itu pengunjung Mambo Kuliner sedang membludak, maka tim patroli memutuskan mengambil tindakan pembubaran dengan langkah imbauan, humanis dan tidak represif.

“Ya wayahna. Memang kita ambil tindakan atau menghentikan aktivitas warga di lokasi itu,” terangnya.

Disinggung bagaimana langkah kedepannya dengan berbagai aktivitas kerumunan massa lainnya, tambah Ivan yang juga Sekda Kota Tasik ini akan diputuskan malam ini.

“Ya nanti malam (rapat Gugus Tugas) akan kita putuskan aktivitas yang seperti apa akan kita larang. Wayahnya nanti ada aktivitas masyarakat yang diperbolehkan tapi ada batasan yang lebih ketat,” tambahnya.

Pasalnya, jelas Ivan, pihaknya khawatir kalau berbagai aktivitas yang melibatkan massa banyak tak dibatasi maka bisa terus bermunculan kluster baru.

“Makanya jangan sampai tak tertangani Covid ini oleh pemerintah. Kalau untuk aktivitas keramaian lainnya juga nanti akan kita bahas gimana baiknya. Karena nanti malam akan kita rapatkan,” jelasnya.

Berdasarkan catatan Tim Gugus Tugas hingga Sabtu (26/09) kemarin terdapat 2.733 pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) yang disanksi sosial. Sedangkan 159 pelanggar prokes memilih sanksi denda.

Sedangkan untuk tempat aktivitas masyarakat yang melanggar jam operasional buka seperti toko, cafe, minimarket dan lainnya sebanyak 44 tempat usaha yang mendapat peringatan tertulis.

“Sedangkan yang ditutup sementara pada saat patroli serta diminta langsung ditutup untuk hari itu juga sebanyak 14 tempat usaha. Totalnya sementara 2.950 pelanggaran prokes,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

2 KOMENTAR

  1. Sebaiknya penerapan protokol kesehatan di kota tasik harus mulai diperketat seperti kegiatan car freeday, pasar kojengkang dadaha, pasar reboan di medjid agung dan kegiatan yg mengumpulkan massa banyak

  2. Sebaiknya segala kegiatan yg dilakukan diluar rumah segera dikurangi. Termasuk aktivitas guru disekolah untuk menekan angka penularan. Tolong utk pemangku kepentingan dapat mempertimbangkan dan mendukung upaya penurunan penularan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.