Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3%

19.1%

7.2%

70.8%

Pusat Kerajinan Rajapolah Tasik yang Semakin Merana

85
0
DIPAJANG. Berbagai macam jenis kerajinan dipajang di salah satu kios yang ada di Pusat Promosi dan Pemasaran Kerajinan Kecamatan Rajapolah, Rabu (16/9). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

RAJAPOLAH – Pusat promosi dan pemasaran kerajinan di Kecamatan Rajapolah semakin redup. Aneka kerajinan yang dihasilkan oleh para pengrajin warga setempat pun kini semakin sepi pembeli.

Cahyani (20), salah satu pemilik toko mengatakan kondisi saat ini penjualan barang-barang kerajinan semakin redup, penghasilan pun sudah tidak menentu setiap harinya.

Baca juga : Wali Kota Tasik Curhat ke Kemenkes, Ingin RSUD Naik Kelas ke Tipe A

“Memang masih ada yang berkunjung untuk melihat-lihat barang-barang kerajinan. Namun untuk yang membeli masih sedikit, paling satu hari satu,” katanya kepada Radar, Rabu (16/9).

“Penjualan kerajinan ini sebetulnya hanya mengandalkan para pendatang atau pengendara yang sengaja beristirahat melalui jalan ini. Ketika sudah masuk ke kawasan kerajinan ini, tidak sedikit yang penasaran dan turun melihat berbagai macam jenis barang yang tersedia berikut harganya,” ujarnya, menambahkan.

Kata dia, keadaan saat ini memang betul-betul memprihatinkan. Pasalnya, penjual kerajinan di kios hanya memanfaatkan momen-momen hari besar. Seperti lebaran, tahun baru dan hari besar lainnya. Namun sayangnya saat ini sedang Covid-19, sehingga semakin jarang pendatang yang mengunjungi pusat promosi kerajinan.

Menurutnya, biasanya penghasilan atau omzet yang didapatkan dalam sebulan mencapai Rp 30.000.000. Namun dengan kondisi sekarang cukup melonjak bahkan turun drastis sampai Rp 10.000.000. Setiap hari Sabtu dan Minggu, biasanya ramai. Sekarang cukup sepi, tidak lagi seperti dulu.

Maka dari itu, kata dia, para penjual terus memutar otak supaya barang-barang kerajinan ini bisa terus terjual. Karena kalau kondisinya sepi seperti ini dampaknya pendapatan bagi para penjual dan pembuat kerajinan itu sendiri. Di mana mayoritas warga di Rajapolah mata pencahariannya adalah di bidang kerajinan.

“Diharapkan pemerintah ikut mempromosikan hasil karya dari para pengrajin yang mengandalkan penghasilannya dari kerajinan buatannya. Di mana kerajinan ini bagi warga Rajapolah merupakan warisan dari nenek moyang dan leluhur,” ujarnya.

Wartini (42), pemilik toko lainnya mengaku pusat kerajinan ini menjadi sentra di Rajapolah. Hasil kreativitas tangan-tangan warga pengrajin ditampung di sini dan dijual kepada masyarakat umum.

Baca juga : Pansel Tak Tahu Kapan Penentuan 3 Direksi Definitif PDAM Tirta Sukapura Tasikmalaya

Namun, saat ini kondisinya sepi yang jelas menjadi kekhawatiran bagi pengrajin dan penjual yang menggantungkan nasibnya di pusat kerajinan ini.

“Jangankan hanya untuk keuntungan, untuk membayar karyawan pun cukup kebingungan. Belum ditambah semakin ketatnya persaingan,” kata dia. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.