Puskesmas Bantar Kota Tasik Gratiskan Khitanan dan USG

42
SIAP DIKHITAN. Anak-anak bersiap untuk dikhitan gratis di UPT Puskesmas Bantar, Selasa (6/10).

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

BUNGURSARI – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Bantar mengadakan khitanan massal, senam dan pemeriksaan USG ibu hamil (bumil) gratis sebagai rangkaian kegiatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Selasa (6/11).

Kepala UPT Puskesmas Bantar Tedi Setiadi menjelaskan khitanan massal tidak hanya untuk anak-anak di sekitar Bantar. Dari wilayah lain di Kecamatan Bungursari juga bisa memanfaatkan khitanan gratis ini. Sedangkan USG bumil gratis sudah berjalan. Jadwalnya Senin dan Rabu.

Adapun senam dilaksanakan agar bumil mengetahui olahraga atau gerakan-gerakan yang bisa membantu proses melahirkan. “Alhamdulillah antusias masyarakat bagus. Intinya kami juga dari Puskesmas ingin menurunkan dan menekan angka kematian ibu dan anak. Alhamdulillah dari tahun 2015 sampai 2018 ini tidak ada kematian ibu dan anak atau (AKI),” paparnya.

Puskesmas Bantar juga sudah memberikan sertifikat bagi anak-anak di sekitar Bantar yang diimunisasi lengkap. Diharapkan ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat yang mempunyai anak yang belum diimunisasi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya Cecep Z Kholis mengapresiasi kegiatan di UPT Puskesmas Bantar. ”Tujuannya dalam rangka HKN. Jadi hajatnya insan kesehatan seluruh Indonesia secara nasional. Kita di tingkat kota dan puskesmas sudah berlangsung melaksanakan rangkaiannya,” ungkap dia.

Kegiatan tersebut intinya untuk mengingatkan soal program dan cara hidup sehat kepada masyarakat. Ini merupakan salah satu tugas Puskesmas. “Bagaimana masyarakat bisa hidup sehat dan diharapkan dengan adanya kegiatan ini masyarakat semakin paham bagaimana cara hidup sehat itu, pola makan, pola hidup dan segala macamnya,” jelas dia.

Adapun pemeriksaan USG di Puskesmas Bantar, kata dia, bukan menjadi tugas utama di puskesmas. Tapi merupakan pekerjaan plus. “Di UPT Puskesmas Bantar sudah ada. Mudah-mudahan menjadi motivasi bagi ibu hamil memeriksa sejak awal kehamilan. Kunci bagi kita bagaimana, para ibu hamil bisa selamat selama proses hamil dan melahirkan sampai nifas, dalam rangka penurunan AKI,” paparnya.

Warga Kampung Lewosari Kelurahan Bantarsari Asep Kurnia Irawan (48) menilai khitanan massal gratis sangat membantu masyarakat yang kurang mampu. “Saya memang sudah punya niatan dari dulu untuk mengkhitan anak saya. Tapi kendalanya tidak punya biaya. Mudah-mudah setelah dikhitan bisa sehat,” tuturnya.

Ibu hamil Nei Permata Sari (28) asal Leuwikidang Kecamatan Bungursari menuturkan pemeriksaan USG sangat membantu ibu hamil mengetahui kondisi bayi dan ibu nya. “Jadi bisa tahu bayi kita sehat dan jenis kelaminnya juga,” ungkapnya. (dik)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.