Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.6%

7.4%

69.9%

Puskesmas Pameungpeuk Garut Dilanda Teror, 1 Peleton Brimob Disiagakan

4901
0
TUNTUTAN. Ketua Forkopkes Garut dr Edy Kusmayadi bersama Ketua PPNI Garut Karnoto (kanan) serta pengurus organisasi kesehatan lainnya memberikan penjelasan terkait tuntutan tenaga medis di Kantor PPNI Garut Senin (4/5). Yana Taryana / Rakyat Garut

TAROGONG KIDUL – Brimob Polda Jawa Barat dan Polres Garut menerjunkan pasukan ke wilayah selatan Garut, tepatnya di Kecamatan Pameungpeuk Minggu (3/5). Hal itu dilakukan untuk menjaga situasi dan kondusivitas di wilayah tersebut.

Komandan Kompi 4 Bataliyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Jabar Iptu Hasan Sadikin menerjunkan satu pleton anggota Brimob ke wilayah tersebut untuk membantu pengaman wilayah.

Baca juga : Fagar Minta Pemkab Garut Perhatikan Honorer dan Guru

Diterjunkannya pasukan karena sebelumnya wilayah tersebut sempat terjadi aksi massa hingga tempat pelayanan kesehatan ditutup.

“Kami bantu pengamanan kewilayahan supaya semua aktivitas masyarakat berjalan normal,” ujarnya saat dihubungi wartawan melalui saluran teleponnya kemarin.

Kata dia, saat ini aktivitas masyarakat dan Puskesmas Pameungpeuk sudah berjalan seperti biasanya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Garut Karnoto mengakui adanya ancaman teror berupa penculikan kepada para petugas medis di Puskesmas Pameungpeuk.

Teror diterima petugas medis melalui pesan WhatsApp, setelah adanya setelah jenazah seorang warga Pameungpeuk yang datang dari Banten yang ditangani sesuai standar pemulasaraan Covid-19.

“Adanya ancaman itu, Puskesmas Puskesmas sempat ditutup sementara. Tetapi sekarang sudah buka kembali,” ucapnya.

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di Kabupaten Garut. Petugas medis sendiri hanya menjalankan tugas profesi sehingga keamanan, kenyamanan dan keselamatannya harus tetap diperhatikan.

“Kami minta kepada pemerintah untuk jaminan keamanan para tenaga medis di garda terdepan ini. Jangan sampai hal ini terulang kembali,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan warga Kecamatan Pameungpeuk mendatangi Kantor Kecamatan Pameungpeuk Kamis malam (30/4).

Baca juga : 6 Mei, PSBB di Garut Hanya Berlaku untuk 12 Kacamatan

Mereka mempertanyakan status jenazah yang datang dari Tengerang pada Senin (27/4) lalu.

Bupati Garut Rudy Gunawan memastikan warga Kecamatan Pameungpeuk yang meninggal dunia belum dinyatakan positif Covid-19 karena tidak ada bukti hasil swab test maupun rapid test-nya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.