Pustakawan Giatkan Literasi

64
0
istimewa RESMIKAN. Rektor Umtas Dr Ahmad Qonit AD MA (kiri) meresmikan Muhammadiyah Corner di Perpustakaan Umtas Senin (25/3). Acara itu bersamaan dengan training of trainer literasi informasi bagi pustakawan.

TASIK – Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas) menjadi tuan rumah pelaksanaan Training of  Trainer Literasi Informasi. Acara ini diselenggarakan oleh Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (FPPTMA) Wilayah Jawa Barat pada Senin- Selasa (25-26/3).

Koordinator FPPTMA Wilayah Jawa  Barat Yanti Sundari SSos menuturkan, hari pertama kegiatan diisi dengan Trainer of Trainer Literasi Informasi dengan pemateri pustakawan dari UM Yogyakarta Novi Diana Fauzie. Peserta kegiatan hari pertama adalah pustakawan dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah menengah, khususnya pustakawan PTMA se-Jawa Barat.

Sementara hari kedua, diisi dengan rapat koordinasi yang diikuti oleh anggota FPPTMA Wilayah Jawa Barat di obyek wisata Situ Gede Kota Tasikmalaya. Kegiatan tahunan ini diharapkan bisa meningkatkan skill pustakawan.

“Pustakawan sejauh ini dikenal cenderung pasif, yaitu hanya menunggu peminjam buku saja. Dengan adanya Trainer of Trainer ini, harapannya dapat terlahir pustakawan yang aktif,” terang Yanti kepada Radar, Selasa (26/3).

Pustakawan diharapkan bisa menjadi trainer yang dapat menggerakkan literasi di kalangan civitas akademika, baik dosen maupun mahasiswa.

“Output-nya dilihat dari aktivitas literasi dosen dan mahasiswa. Misalnya dalam menulis jurnal, penelitian, dan lainnya,” ujarnya.

Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat (MPI PWM) Kelik Nursetyo Widiyanto mengatakan kegiatan Trainer of Trainer Literasi Informasi ini revolusioner.

“Ini usaha yang bagus untuk menghidupkan pustakawan. Menggerakkan perpustakaan kampus tidak lagi sepi. Apalagi acara ini rutin dilakukan setiap tahun, artinya kemampuan pustakawan terus di-upgrade sehingga akan hadir pustakawan yang andal di setiap kampus PTMA,” terangnya.

Lanjutnya, di era digital ini perpustakaan tetap tidak tergantikan. Ia ha­nya shifting saja, bergeser, tidak menghilang. Di zaman sekarang informasi bisa didapat dari berbagai sumber salah satunya dari internet. Namun, suasana perpustakaan tetap tidak tergantikan.

“Misalnya, anak SD yang belum diperbolehkan memegang gadget tetap harus kita perkenalkan dengan perpustakaan, karena keinginan membaca mereka tetap harus kita jaga,” terangnya.

Rektor Umtas Dr Ahmad Qonit AD MA mengatakan, kegiatan Trainer of Trainer diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri pustakawan. Karena selama ini pustakawan kesannya seperti diam saja, sebagai penjaga perpustakaan.

Targetnya, kata ia, pustakawan mampu menyediakan layanan terbaik bagi civitas akademika dalam mengakses informasi secara menyeluruh. Bagi dosen, misalnya bagaimana mengakses jurnal, bagaimana menulis responsi. Bagi mahasiswa, bagaimana mencari sumber rujukan untuk menulis makalah, skripsi dan sebagainya.

“Sesungguhnya pustakawan merupakan expert di bidangnya. Dosen dan mahasiswa akan sangat terbantu oleh pustakawan. Ketika perpustakaan ramai, hidup, berarti academic culture di kampus itu bagus,” terangnya.

Artinya, kata ia, kampus itu akan maju karena civitas akademikanya aktif berliterasi

Pada kesempatan tersebut juga diresmikan Muhammadiyah Corner sebuah tempat khusus di perpustakaan yang menyediakan buku-buku tentang ke-Muhammadiyahan. (ais/rls)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.