PVMBG Jabar Teliti Tanah Bergerak di Panawangan & Kawali Ciamis

191
0
ISTIMEWA ANGKUT BARANG. Warga di Dusun Cilimus Desa Indragiri Kecamatan Panawangan saat mengangkut barang-barang dari rumah mereka ke tempat aman. Mereka mengungsi karena tanah di dusun mereka mengalami pergerakan. Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Jawa Barat akan menelitinya.

CIAMIS – Peneliti dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Jawa Barat Maryono menjelaskan pihaknya akan melakukan penelitian tanah bergerak di Kecamatan Panawangan dan Kawali.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Jawa Barat, kata dia, sebelumnya sudah mendapatkan surat permintaan dari BPBD Kabupaten Ciamis soal tanah bergerak di Panawangan dan Kawali. Pihaknya pun akan menurunkan tim yang diperkirakan tiga sampai empat orang.

“Namun persoalannya bingung juga ni, karena ada masa PSBB antara itu, masih mendiskusikan dulu dengan teman-teman,” ujarnya. “Lagi memikirkan teknisnya dulu menyikapi itu,” ujar Maryono saat dihubungi Radar, Jumat pagi (8/1).

Untuk kepastian tim dari PVMBG Jawa Barat ke Ciamis, dia masih akan membahasnya dulu.

“Upaya kami saat ini merapatkan agar bisa menerjunkan tim ke sana (Kabupaten Ciamis, Red)” ujarnya.

Meski belum terjun ke lokasi pergerakan tanah di Panawangan dan Kawali, Maryono mengaku telah melihat melalui foto-foto dan video.

Baca juga : Relokasi Korban Retakan Tanah di Indragiri Ciamis, BPBD Tunggu Penelitian Geologi

Menurutnya, saat musim hujan, di Kabupaten Ciamis rawan pergerakan tanah dan longsor.
“Kalau dilihat dari analisa video aja dulu, kalau terlihat adalah tipe lambat, kalau bergerak pelan di sana,” kata dia menerangkan.

“Kalau kondisi tertentu atau jenuh, kemungkinan di bagian bawahnya itu ada bantu lempung, kalau melihat di sana efeknya ada pergerakan lambat itu nantinya takutnya kolam-kolam ada di sana airnya pada habis dan surut. Karena bagian bawahnya tanahnya cacat. Airnya akan pada lost dan habis di kolam-kolam tersebut,” kata dia.

Maryono mengimbau sebaiknya satu sisi retakan harus segera cepat ditutup. Bagi warga yang rumahnya rusak parah disarankan mengungsi.

“Karena takutnya bukan pergerakannya, karena ditakutkan kemasukan air hujan yang retakan itu dan ditakutkan rumahnya runtuh. Kalau dilihat memang lerengnya tidak terlalu terjal di sana, gerakannya akan lambat namun akan terus bergerak terus. Memang tanahnya di daerah tersebut sudah cacat, sebagainya ada kolam di lokasi tersebut, jadi harus dikeringkan. Karena kalau airnya masuk akan bertambah bergeraknya akibat dorongan air dari kolam,” kata dia menjelaskan.

Intinya, kata dia, kolam harus dikosongkan airnya, karan longsor dan gerakan tanah itu yang menjadi pemicunya air. “Ketika di sana banyak air, potensinya sangat tinggi,” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.