QRIS Diwajibkan 1 Januari 2020

155
0
QRIS. Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Eman Pitria memperlihatkan barcode Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) di ruangannya, Rabu (18/12).

TASIK – Bank Indonesia resmi memberlakukan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) pada 1 Januari 2020 mendatang. QRIS ini untuk lebih mempermudah transaksi masyarakat dalam pembayaran.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Eman Pitria menyatakan, QRIS merupakan aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik atau mobile banking untuk memudahkan masyarakat dalam pembayaran saat berbelanja. “Masyarakat saat belanja menggunakan barcode. Yang selama ini masyarakat menggunakan pembayaran secara non tunai menggunakan kredit atau debit. Saat ini hanya menggunakan barcode yakni QRIS,” katanya kepada Radar di ruangannya, Rabu (18/12).

Barcode itu nantinya akan langsung terhubung dengan sistem pembayaran. Yang nantinya masyarakat bila belanja hanya menggunakan hand phone saja. “Pembayarannya hanya melakukan pen-scan-an pada barcode, seperti misalnya menggunakan OVO, saldo tersebut akan langsung berkurang dan terkirim kepada rekening si penjual,” ujar dia.

QRIS ini terintegrasi dalam satu sistem yang dulunya hanya menggunakan kartu saat ini hanya menggunakan barcode. “QRIS sama seperti halnya Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) bisa penarikan di semua bank namun bedanya menggunakan barcode dan bisa terintegrasi dengan semua bank. Intinya cukup satu barcode bisa membayar di mana saja kapan saja,” kata Eman.

QRIS ini cukup menggunakan satu dompet elektronik, alokasi bisa berbelanja di mana saja. Untuk mempunyai QRIS ini hanya cukup memiliki HP android. “Untuk tahap awal, sambungnya, QRIS fokus pada penerapan QP, Code Payment model Merchant Presented Mode (MPM) di mana penjual (merchant) yang akan menampilkan QR Code pembayaran untuk dipindai oleh pembeli ketika melakukan transaksi pembayaran,” tutur dia.

Penggunaan QRIS guna memberikan masa transisi persiapan bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP). Peluncuran QRIS merupakan salah satu implementasi visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI). “Tujuannya untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi untuk Indonesia maju,” kata dia.

Melalui QRIS ini masyarakat da­pat bertransaksi dengan mudah dan aman. Untungnya sendiri ber­transaksi dengan QRIS yakni pem­beli dan penjual transaksi berlang­sung efisien melalui satu barcode yang dapat digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel. “Transaksi dengan QRIS langsung terjadi, karena prosesnya cepat sehingga mendukung kelancaran sistem pembayaran. Sejauh ini sudah ada 11 perbankan yang siap. Karena sejak Januari 2020 mendatang sudah wajib sudah siap semua bank khususnya di Priangan Timur,” tutur Eman.

Menurut dia, saat ini yang sudah menggunakan QRIS ini yakni Wirausaha Binaan Bank Indonesia (WuBI). Karena melalui QRIS ini transaksi pembayaran lebih mudah akan berpengaruh terhadap gerakan nasional nontunai. “Mudah-mudahan begitu karena pembayaran hanya menggunakan secan barcode. Ini gratis buat masyarakat sehingga terdorong menggunakan transaksi nontunai,” tuturnya.

Eman berharap ke depannya masyarakat pun pembayarannya bukan hanya dengan barcode, bisa sidik jari atau scan tubuh. “Pokoknya lebih mempermudah masyarakat untuk bertransaksi,” harap dia. (ujg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.