quat-trick Si Anak Ajaib

6

PARIS – Kylian Mbappe menjadi pusat perhatian karena performa istimewanya saat Paris Saint Germain (PSG) meraih kemenangan telak 5-0 atas Olympique Lyon.

Arsitek Timnas Prancis, Didier Deschamps menilai Mbappe adalah salah satu pemain yang tidak normal di usianya yang masih muda. Dengan kata lain Mbappe adalah pemain muda Ajaib.

Ya, dalam laga yang digelar di Parc des Princes, Prancis, Senin (8/10) kemarin, pemain muda berusia 19 tahun itu mencetak empat gol plus membuat penalti untuk kemenangan telak PSG.

Menariknya, dalam laga yang diwarnai dua kartu merah itu, pemain kelahiran Paris, Prancis, 20 Desember 1988 tersebut hanya butuh waktu 13 menit untuk memborong empat gol ke gawang Lyon yang dikawal Anthony Lopes. Mbappe merobek gawang Lyon berturut-turut di menit ke-61, 66, 69, dan 74.

Meski berhasil memboyong empat gol ke gawang Lyon, namun seakan Mbappe tak puas dengan pencapaiannya tersebut.

“Saya melewatkan beberapa peluang. Saya harusnya bisa mencetak lebih banyak gol. Saya terus bekerja keras dan tak pernah ragu. Saya tahu saya didukung rekan-rekan. Saya sering bilang, selama penyerang masih mampu menciptakan peluang, semua baik-baik saja,” tutur Mbappe.

Penampilan gemilang Mbappe memang sudah terlihat kala ia sukses membawa Timnas Prancis juara di Piala Dunia 2018.

Dalam turnamen sepak bola antar negara paling bergengsi di dunia itu, Mbappe mencetak empat gol, termasuk satu gol ke gawang Kroasia pada laga final.

Bahkan, di akhir turnamen pemain yang pernah memperkuat Monaco itu dinobatkan sebagai pemain muda terbaik di Piala Dunia yang diselenggarakan di Rusia tersebut.

Ia dinobatkan menjadi pemain muda terbaik, lantaran dirinya merupakan remaja pertama yang mampu mencetak gol di partai final sejak Pele pada 1958.

Rangkaian prestasi tersebut, membuat Deschamps menilai Mbappe adalah pemain yang tidak normal. Menurutnya, tidak banyak pemain di usianya yang memiliki bakat luar biasa seperti Mbappe.

“Mbappe melakukan beberapa hal yang sangat luar biasa. Apa yang telah ia lakukan di usianya yang masih muda itu adalah hal yang tidak normal. Jadi Anda tidak bisa menempatkan posisinya untuk kategori apapun,” ungkap Deschamps seperti dikutip dari Four Four Two.

“Pemain seperti dia (Mbappe) hanya muncul satu kali (tidak banyak). Jelas saya mendapatkan sebuah kehormatan karena dia adalah pemain Prancis dan dia bermain bersama kami (di Timnas Prancis),” sambungnya.

Pelatih berusia 49 tahun itu meminta Mbappe tidak cepat puas dengan pencapaiannya saat ini. Ia menilai, Mbappe akan menjadi pemain yang lebih baik di masa depan, jika ia terus berusaha untuk meningkatkan performa bermainnya.

“Mbappe tau bahwa ia mampu lebih baik dari yang sudah ia capai, termasuk mencetak empat gol dalam satu laga (ke gawang Lyon). Ia juga bisa belajar dengan cepat. Menghadapi Lyon, hanya menegaskan bakat yang ia miliki,” tukas Descahmps.

Sama halnya dengan Deschamps, rekan setimnya di PSG, Neymar juga mengatakan hal yang serupa. Menurut pemain asal Brasil itu, Mbappe merupakan sosok fenomenal saat ia mencetak empat gol ke gawang Lyon dalam waktu 13 menit.

“Bagi saya, ia merupakan pemain yang fenomenal. Semoga hal itu terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan, karena dunia sepak bola akan sangat berterima kasih padanya,” tutur Neymar seperti dikutip dari Goal.

Sementara itu, Bomber Atletico Madrid, Antoine Griezmann menilai permainan Mbappe mirip dengan yang ditunjukkan Cristiano Ronaldo kala masih membela Manchester United.

“Mbappe mengingatkan saya dengan Cristiano (Ronald) saat masih di Manchester United. Cristiano adalah pemain yang bermain di Sayap, banyak menggiring bola dan sesekali menciptakan gol,” tutur Griezman yang juga rekan setimnya di Timnas Prancis seperti dikutip kepada France Football dilansir Dailymail.

“Dan di saat Mbappe melakukan apa yang Cristiano perlihatkan bersama Real Madrid, yang hanya memikirkan gol, ia akan melakukan hal yang sama juga. Saya yakin Mbappe bisa mencetak 50 gol per musimnya,” tukas Griezmann menuntaskan.

Performa gemilang Mbappe itu pun diakui dengan dimasukkan sebagai salah satu dari 30 nama calon pemenang Ballon d’Or 2018.

Selain itu, empat gol yang diciptakan Mbappe di laga menghadapi Lyon itu juga masuk dalam buku rekor Ligue 1 Prancis. Hal itu karena quat-trick tersebut menjadi yang tercepat di Ligue 1 dalam 45 tahun terakhir.

Selain itu, rekor empat gol itu juga menghadirkan kemenangan kesembilan bagi PSG di Ligue 1 musim 2018/19 ini secara beruntun, melewati catatan 82 tahun milik Olympique Lillois pada musim 1936/37.

Mbappe juga kini berhasil mengoleksi 10 gol dan empat assist dalam tujuh pertandingan Les Parisiens di awal 2018/19. (fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.