Jangan Sekadar Citra, Satpol PP Harus Tegas

Ramadan, Pemabuk Tetap Mabuk

33
AUDIENSI. Public Center beraudiensi terkait penegakan aturan di Mako Satpol PP Kota Tasikmalaya, Rabu (15/5). (foto: Firgiawan / radartasikmalaya.com)

MANGKUBUMI – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) Kota Tasikmalaya masih menemukan warga yang tetap meminum minuman keras (miras) pada bulan Ramadan di kawasan Pasar Cikurubuk, Rabu (15/5) dini hari. Dalam patroli itu, petugas berhasil mengamankan miras bermerek dan oplosan lima botol.

“Dua pemuda kedapatan sedang konsumsi miras. Mereka kabur menggunakan pick up, kemungkinan bukan warga pasar,” kata Kasi Operasi dan Penindakan Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya Sandi Apriadi kepada Radar.

Satpol PP juga mendapati seorang pekerja seks komersial (PSK) tak jauh dari lokasi para pemuda yang tengah mabuk tersebut.

Pihaknya terus melaksanakan patroli berkesinambungan siang dan malam di jam-jam tertentu. Warung nyemen, gelandangan, pengemis, prostitusi dan pesta miras jadi prioritas pengawasan.

AMANKAN. Kasi Operasi dan Penindakan Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya Sandi Apriadi Sugih menunjukkan miras yang diamankan saat patroli pekat di kawasan Pasar Cikurubuk, Rabu (15/5).

“Kami juga tengah mengincar hotel dan kos-kosan. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada aktivitas tidak baik meski bulan Ramadan,” tuturnya.

Sementara itu, Public Center (PC) meminta agenda operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilaksanakan setiap Ramadan bukan hanya sekadar rutinitas dan pencitraan.

“Satpol PP merupakan penegak perda, harus profesional dan kuat menjalankan tugas fungsi. Kemudian bersinergi dengan penegak hukum lainnya,” ucap Direktur Eksekutif Public Center Agung Zulviana saat audiensi dengan Satpol PP kemarin.

Menurut Agung, Satpol PP sebagai penegak peraturan daerah (perda) dan peraturan kepala daerah (perkada) sejatinya menjadi leader dalam segala jenis pelanggaran di Kota Santri.

“Kalau ada kendala, bisa libatkan kepolisian untuk berkolaborasi dalam memelihara ketertiban umum, apalagi momentum bulan Ramadan,” tuturnya.

Dia meminta bentuk-bentuk pelanggaran bisa ditindak tegas oleh Satpol PP hingga tuntas. Penegakan aturan pun jangan sampai tumpang tindih dengan lembaga lain agar ada solusi yang tepat menangani penyakit masyarakat.

“Bukan malah memantik sebagian kalangan masyarakat untuk beraktivitas seperti sweeping dan lain sebagainya,” ujar Agung.

Kasi Ketertiban Umum Dinas Satpol PP-Damkar Kota Tasikmalaya Hendih Junaedi menyebut, selama ini pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi atau lembaga lain dalam melaksanakan penegakan aturan.

“Sebetulnya kita juga sudah rutin berkoordinasi, penanganan tindak lanjut oleh instansi lain dalam penegakan aturan tertentu yang perlu ditangani lembaga lainnya,” ucap dia.

Dia pun menjamin penegakan perda akan terus dilaksanakan. Meski diakui terkadang mengalami kendala dari sisi sumber daya manusia (SDM) dan lain sebagainya.

Hendih menambahkan, masyarakat untuk koordinatif ketika menemukan indikasi pelanggaran dan gangguan ketertiban terhadap Satpol PP.

“Kita selaku penegak perda akan responsif, terutama gangguan ketertiban di Ramadan ini. Masyarakat kami imbau tidak main hakim sendiri,” ujar dia. (igi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.