Rambut tak Dicukur, Siswa MTs Ciamis Diduga Dianiaya 2 Oknum Guru, Korban Lapor KPAID Tasik

994
1

KABUPATEN TASIK – Diduga karena tak menaati perintah untuk cukur rambut, siswa MTs kelas IX di Panjalu Kabupaten Ciamis, Andri (15), dianiaya oleh 2 oknum gurunya. Akibatnya, korban mengalami luka memar di bagian wajah.

Rabu (19/02) sore, dia diantar ayahnya, Asep (46) dan Kepala Dusunnya, Sukarjo, untuk meminta pendampingan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya.

“Jadi korban meminta pendampingan ke kita karena di Kabupaten Ciamis belum ada KPAID,” ujar Ketua KPAID, Ato Rinanto kepada radartasikmalaya.com.

Terang Ato yang ditemui di kantornya di Kecamatan Cisayong, kasus dugaan pemukulan yang dialami Andri ini terjadi Sabtu (15/2) lalu di lingkungan sekolahnya. Saat itu, korban kedapatan oknum gurunya belum mencukur rambutnya.

“Jadi korban pas hari Senin (10/2) ditegur oknum gurunya karena rambutnya panjang. Namun karena kesibukan korban harus mengurus adiknya yang sakit jadi rencananya mau dipotong rambutnya pas hari Minggu ketika sekolah libur,” terangnya.

Namun, beber Ato, ketika kembali bertemu dengan oknum guru itu di kantin sekolahnya. Lalu, oknum gurunya itu memanggil oknum guru lainnya. Kemudian, rambut korban digunting paksa, kemudian ditampar, dan dipukul.

“Jadi saat ketemu oknum guru itu, rambut korban langsung dijambak, digunting paksa, pipinya ditampar sampai terjatuh. Lalu, oknum guru lainnya memukuli wajah korban. Ini hasil visum korban ada luka-luka memar di wajahnya,” bebernya.

Lalu, tambah Ato, korban kemudian dicekik lehernya oleh oknum guru tersebut.

“Ketika korban sudah kembali berdiri, ditarik paksa dia ke lapangan sekolah kemudian ditarik bajunya dan dipukuli lagi,” tambahnya.

Jelas Ato, aksi oknum guru itu berhenti memukuli korban setelah dilerai guru lainnya dan teman-teman korban.

“Kemudian, korban lapor orang tuanya. Dan kini didampingi kepala dusunnya korban dan ayahnya melapor ke kita. Besok akan kita dampingi ketika korban melaporkan hal ini ke Polres Ciamis,” jelasnya.

Akibat perlakukan ini, korban pun mengalami trauma dan takut untuk masuk sekolah. Hingga kini, korban belum kembali masuk sekolah. Tapi, pihaknya akan terus melakukan pendampingan kepada korban.

(rezza rizaldi)

loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.