Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.1%

87.5%

3.4%

0.3%

6.4%

0%

1.1%

0%

Rampak Bedug Meriahkan Malam Takbiran

42
0
RAMPAK BEDUK. Para peserta menabuh beduk pada gebyar beduk dan malam takbir di lapangan Desa Kamulyan Kecamatan Manonjaya, Selasa (4/6) malam.

TASIK – Rampak beduk yang berjejer di pinggir Jalan Raya Manonjaya tepatnya di Lapangan Desa Kamulyan memeriahkan suasana takbiran pada Selasa (4/6) malam. Tabuhan 13 beduk pada malam takbir itu pun mengundang keramaian warga. Apalagi ada letupan petasan dan kembang api sebagai penanda dimulainya Gebyar Beduk dan Gema Takbir.

Ketua panitia gebyar beduk dan gema takbir Yayan Sofyan Asauri mengatakan, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun di Desa Kamulyan Kecamatan Manonjaya. Tahun ini sudah masuk tahun ke sembilan. “Intinya untuk mengumpulkan pemuda-pemudi agar masyarakat semua kumpul pada takbiran ini dan tidak melakukan konvoi yang justru meningkatkan kecelakaan. Jadi dari segi keamanan bisa terjamin,” kata dia, Selasa (4/6).

Menurut dia, ada 39 peserta dari 12 desa di Kecamatan Manonjaya yang mengikuti rampak beduk. Setiap tim dipersilakan melakukan inovasi masing-masing. Setiap tim dinilai oleh para juri dan mendapatkan hadiah dari panitia. “Kita nilai dari segi kekompakan dan ketukan beduknya,” kata dia.

Awalnya, rampak beduk itu diselenggarakan dengan maksud menggali potensi di Desa Kamulyan. Apalagi, desa ini sudah ditetapkan sebagai salah satu desa wisata. “Acara ini dibuat untuk mempererat tali silaturahim dan persaudaraan,” ujar dia.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Aang Budiaman mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh para pemuda itu. Pasalnya, dengan adanya kegiatan itu Desa Kamulyan menjadi punya identitas pembeda dengan kegiatan takbiran di wilayah lainnya. Dia berharap masyarakat untuk tetap konsisten menyelenggarakan kegiatan tersebut. “Jadi tak hanya menjadi acara yang hari ini ada, tahun besok hilang. Apalagi sudah bertahan beberapa tahun,” kata dia.

Gebyar beduk dan gema takbir, kata dia, juga harus dijadikan ajang kreasi bagi para pemuda yang ada di wilayah Kecamatan Manonjaya. Ia berharap ke depan acara tersebut akan lebih meriah. “Tidak menutup kemungkinan di Kabupaten Tasik nanti dijadikan ikon. Saya lihat di sini jarang acara ini. Kegiatan ini harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan,” kata dia. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.