Pemanfaatan Gedung Creative Center Harus Jelas, Rangkul Anak Muda Kreatif!

299
0
Loading...

CIHIDEUNG – Pemerintah Kota Tasikmalaya harus matang memikirkan pemanfaatan Gedung Creative Center (GCC). Jangan sampai setelah gedung itu dibangun malah kurang termanfaatkan.

”Stakeholder atau pemanfaatnya nanti siapa? Harus mulai dipikirkan. Supaya tujuan pembangunan tersebut tercapai. Sayang kalau tidak dimanfaatkan dengan baik,” ujar Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Muslim MSi kepada Radar, Kamis (21/3).

Menurut Muslim, Pemkot harus memastikan GCC bisa melengkapi aktivitas dunia kreatif yang selama ini biasa di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya (GKKT). Gedung yang segera dibangun itu harus mewadahi khalayak muda. Di sana, mereka menuangkan kreativitas. Mereka bisa memaksimalkan potensinya, ketimbang menyalurkan ekspresi di ruang-ruang lain yang cenderung negatif. “Jadi jangan asal terima bantuan, malah tidak sesuai tujuan. Akhirnya bangunan tidak berjalan optimal. Kemudian pikirkan fasilitas penunjangnya juga, sehingga para pegiat nanti bisa benar-benar memanfaatkan kehadiran gedung tersebut,” tuturnya memaparkan.

Politisi PDIP itu menyarankan agar fungsi GCC nanti maksimal, maka Pemkot harus merangkul kalangan pegiat kreatif, mulai seniman, budayawan, kalangan muda kekinian dan komunitas yang selama ini gagasannya tidak terwadahi.

“Harus diramaikan, mengikis aktivitas negatif yang selama ini sering terdengar terjadi di kawasan Dadaha. Jadi aktivitas di sana bisa hidup siang, bahkan malam. Tidak ada waktu atau ruang untuk pihak-pihak yang beraktivitas kurang produktif,” ujar Muslim.

Loading...

Jangan sampai, kata Muslim, kehadiran gedung bantuan dari Pemprov Jabar itu malah tidak termanfaatkan.

“Kita tidak ingin fungsinya nanti sama saja dengan GKKT. Harus bisa merangkul segmentasi kreatif lain. Maka Pemkot harus persiapan sejak awal rencana pembangunan, supaya Pemprov tidak kapok memberikan bantuan,” tandasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan, sebelumnya, mengaku belum memiliki gambaran pasti kelompok mana yang akan dipercaya untuk mengelola Gedung Creative Center (GCC) di Kompleks Olahraga Dadaha. Proyek GCC baru akan masuk tahap lelang pada April mendatang.

Menurut Ivan, pihaknya tengah menunggu kepastian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tentang konsep desain pembangunan gedung dua lantai itu. Untuk lokasinya sudah diputuskan berada di antara Gor Sukapura dan Lapangan Tenis. Anggarannya mencapai Rp 18 miliar. Penentuan konsep gedung tergantung pemprov.

“Namun dari sisi desain seperti anyaman-anyaman ornamen penghias gedungnya itu sudah oke. Memang secara global sudah bagus, mereka intens komunikasi dengan kami. Mudah-mudahan April mendatang sudah masuk tahapan pelelangan,” ujar dia kepada Radar, Rabu (20/3).

Untuk pemanfaatan gedung itu, Ivan belum membahas se­cara khusus dengan Dinas Kepemu­daan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya. Namun, pada prinsipnya GCC tersebut akan menjadi wadah bagi para pegiat kreatif daerah dalam mengembangkan potensinya. “Nanti kan mereka bermitra dengan siapa untuk pengelolaannya. Namun, saat gubernur ke Tasik, beliau bertemu dengan komunitas anak muda. Nah, program ini untuk menjawab keinginan kawula muda kreatif, sehingga barangkali harus dilibatkan di sana dalam mengoptimalkan pemanfaatan gedung,” kata dia. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.