Raperda Perparkiran Digodok DPRD Ciamis

28
0
Oih Burhanudin Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Kabupaten Ciamis

CIAMIS – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Kabupaten Ciamis Oih Burhanudin menje­laskan pihaknya menggodok Raperda Perparkiran.

Raperda Perparkiran merupakan perubahan Perda Nomor 13 tahun 2013. Perda tersebut juga hasil revisi dari Perda Nomor 13 tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum.

Raperda Perparkiran yang baru bertujuan untuk menata lokasi parkir dan peningkatan sumber daya pelaku/petugas parkir, meningkatkan kua­litas pelayanan parkir bagi peng­guna jasa parkir, mencipta­kan ketertiban umum dan memak­simalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD).

“Dalam Raperda yang sedang dibahas ada penambahan pasal tentang parkir dengan menggunakan kartu langganan, yang mana parkir dibayar per tahun dengan jumlah pembayaran,” kata Oih kepada Radar Jumat (20/12) siang.

Mengenai teknis dan lokasi pembayaran, kata Oih, masih dikaji dan dibahas bersama Pemkab. Mudah-mudahan pembahasan ini bisa lebih cepat, mengingat pemda dan Bapemperda sepakat tentang peningkatan kualitas pelayanan parkir lebih ditingkatkan, sehingga menghadirkan suasana ketertiban dan kenyamanan.


Oih mengaku, ada juga potensi kenaikan PAD dari retribusi pelayanan parkir dan potensi peningkatannya sangat luar biasa. “Tapi kami masih mengkalkulasi dan tentunya meng-input masukan-masukan dari pihak-pihak terkait, baik tukang parkir, akademisi atau berbagai kalangan masyarakat lainnya,” ujarnya yang menargetkan Raperda Perparkiran rampung 2020.

Kepala Dinas Perhubungan Kabu­paten Ciamis Drs H Endang Sutris­na MSi menyambut baik penggodokan Raperda Perparkiran oleh Bapemperda DPRD Ciamis. Dia berharap Perda Perparkiran bisa tuntas atau terbit 2020, sehingga pelak­sanaannya 2021 atau akhir 2020. “Karena pada dasarnya Perda ini tujuan kami guna me­naik­an Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ciamis,” kata dia.

Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis menargetkan Perda Perparkiran bisa meningkatkan PAD sampai 100%.

“Setidaknya yang tadinya pendapatan Rp 500 juta satu tahun, ke depannya bisa Rp 1 miliar,” ujarnya. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.